Kalkulator Skala Braden (Penilaian Risiko Luka Tekan)
Tentang Skala Braden (Penilaian Risiko Luka Tekan)
Skala Braden adalah instrumen baku yang dikembangkan oleh Barbara Braden dan Nancy Bergstrom untuk memprediksi risiko terjadinya luka tekan (dekubitus/pressure injury) pada pasien. Instrumen ini menilai enam subskala faktor risiko, yaitu persepsi sensori, kelembaban kulit, aktivitas, mobilisasi, nutrisi, serta gesekan & pergeseran. Total skor berkisar 6-23, dengan prinsip penting: SEMAKIN RENDAH skor SEMAKIN TINGGI risiko luka tekan. Skala ini dipakai perawat di bangsal, ICU, dan perawatan jangka panjang sebagai dasar penentuan intervensi pencegahan dekubitus, idealnya dinilai saat admisi dan dievaluasi ulang secara berkala sesuai kebijakan unit.
Komponen Penilaian
Persepsi Sensori (kemampuan merespons ketidaknyamanan akibat tekanan)
- Keterbatasan total - tidak berespons terhadap rangsang nyeri (menurun kesadaran/sedasi) atau keterbatasan kemampuan merasakan nyeri pada hampir seluruh tubuh = 1
- Sangat terbatas - hanya berespons terhadap rangsang nyeri, hanya dapat mengkomunikasikan ketidaknyamanan dengan mengerang/gelisah, atau gangguan sensori pada separuh tubuh = 2
- Sedikit terbatas - berespons terhadap perintah verbal tetapi tidak selalu dapat mengkomunikasikan ketidaknyamanan atau perlu dibalik, atau gangguan sensori pada 1-2 ekstremitas = 3
- Tidak ada gangguan - berespons terhadap perintah verbal, tidak ada defisit sensori dalam merasakan/menyampaikan nyeri atau ketidaknyamanan = 4
Kelembaban Kulit (tingkat kulit terpapar kelembaban)
- Selalu lembab - kulit hampir selalu basah oleh keringat, urin, dsb; kelembaban terdeteksi setiap kali pasien digerakkan/dibalik = 1
- Sangat lembab - kulit sering basah; linen harus diganti minimal sekali per shift = 2
- Kadang lembab - kulit kadang-kadang basah; linen perlu diganti tambahan kira-kira sekali sehari = 3
- Jarang lembab - kulit biasanya kering; linen diganti sesuai jadwal rutin saja = 4
Aktivitas (derajat aktivitas fisik)
- Berbaring di tempat tidur (bedfast) - terbatas total di tempat tidur = 1
- Terbatas di kursi (chairfast) - kemampuan berjalan sangat terbatas/tidak ada, tidak dapat menahan berat badan, harus dibantu pindah ke kursi/kursi roda = 2
- Berjalan kadang-kadang - berjalan jarak pendek dengan/tanpa bantuan pada siang hari, sebagian besar waktu di tempat tidur/kursi = 3
- Sering berjalan - berjalan ke luar kamar minimal 2 kali sehari dan di dalam kamar minimal sekali tiap 2 jam saat bangun = 4
Mobilisasi (kemampuan mengubah & mengontrol posisi tubuh)
- Imobil total - tidak dapat melakukan perubahan posisi tubuh/ekstremitas sekecil apa pun tanpa bantuan = 1
- Sangat terbatas - sesekali mampu mengubah posisi tubuh/ekstremitas sedikit, tetapi tidak mampu mengubah posisi secara signifikan/mandiri = 2
- Sedikit terbatas - sering mampu mengubah posisi tubuh/ekstremitas secara mandiri walau hanya sedikit = 3
- Tidak ada keterbatasan - mampu mengubah posisi secara mandiri dan sering tanpa bantuan = 4
Nutrisi (pola asupan makanan biasa)
- Sangat buruk - tidak pernah menghabiskan makanan, makan <1/3 porsi, asupan protein minim, puasa/cairan IV >5 hari atau NPO = 1
- Kemungkinan tidak adekuat - jarang menghabiskan makanan, umumnya hanya makan sekitar 1/2 porsi, atau menerima diet cair/sonde kurang dari jumlah optimal = 2
- Adekuat - makan lebih dari 1/2 porsi, asupan protein cukup, atau mendapat sonde/TPN yang memenuhi sebagian besar kebutuhan nutrisi = 3
- Sangat baik - menghabiskan setiap porsi makan, tidak pernah menolak makanan, asupan protein adekuat tanpa perlu suplemen = 4
Gesekan & Pergeseran (friction & shear)
- Bermasalah - memerlukan bantuan sedang hingga maksimal saat bergerak, sering merosot di tempat tidur/kursi, sering perlu direposisi, ada spastisitas/kontraktur/agitasi yang menimbulkan gesekan terus-menerus = 1
- Potensi bermasalah - bergerak lemah atau perlu bantuan minimal; kulit kemungkinan tergeser/bergesekan saat bergerak; sebagian besar waktu mampu mempertahankan posisi relatif baik = 2
- Tidak ada masalah yang tampak - bergerak mandiri di tempat tidur/kursi dengan kekuatan otot cukup untuk mengangkat tubuh sepenuhnya saat bergerak, mampu mempertahankan posisi baik di tempat tidur/kursi = 3
Interpretasi Skor
| Skor | Kategori | Makna / Tindakan |
|---|---|---|
| 6–9 | Risiko sangat tinggi | Aktifkan protokol pencegahan dekubitus intensif: reposisi terjadwal ketat (mis. tiap 2 jam), kasur/permukaan pengurang tekanan tinggi, kelola kelembaban & nutrisi, dokumentasi dan inspeksi kulit menyeluruh tiap shift. |
| 10–12 | Risiko tinggi | Terapkan paket pencegahan lengkap: jadwal reposisi teratur, permukaan penurun tekanan, manajemen kelembaban, dukungan nutrisi, dan pelindung tumit; pertimbangkan konsul tim luka. |
| 13–14 | Risiko sedang | Susun jadwal reposisi, perhatikan posisi 30 derajat lateral, lindungi area tonjolan tulang, jaga kulit tetap bersih & kering, dan pantau asupan nutrisi. |
| 15–18 | Risiko ringan | Lakukan pencegahan dasar: dorong mobilisasi/reposisi rutin, jaga higiene & kelembaban kulit, edukasi pasien-keluarga; nilai ulang bila kondisi memburuk atau ada faktor risiko lain (demam, usia lanjut, perfusi buruk). |
| 19–23 | Tidak berisiko | Tidak memerlukan intervensi pencegahan khusus saat ini; lanjutkan perawatan kulit umum dan lakukan penilaian ulang berkala atau bila kondisi klinis berubah. |
Kaitan dengan Asuhan Keperawatan
Skor ini sering dipakai dalam pengkajian pada: Askep Stroke · Pemeriksaan Fisik · Perawatan Luka · Range Of Motion.
Kuasai Penilaian Klinis di AKPER YUKI
Pelajari instrumen pengkajian & skill keperawatan di lab modern + praktik 40+ RS mitra. D3 terakreditasi BAN-PT.
📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa rentang skor Skala Braden dan apa artinya?
Total skor Braden berkisar 6 sampai 23. Berbeda dari banyak skala lain, prinsipnya terbalik: semakin RENDAH skornya, semakin TINGGI risiko luka tekan. Skor 6 berarti risiko paling berat, sedangkan 23 berarti tidak berisiko. Umumnya skor <=18 sudah dianggap berisiko dan memerlukan tindakan pencegahan.
Mengapa subskala gesekan & pergeseran hanya sampai nilai 3, bukan 4?
Pada instrumen asli Braden, lima subskala (persepsi sensori, kelembaban, aktivitas, mobilisasi, nutrisi) dinilai 1-4, tetapi subskala Gesekan & Pergeseran (friction & shear) hanya memiliki tiga tingkat deskripsi: bermasalah (1), potensi bermasalah (2), dan tidak ada masalah yang tampak (3). Karena itu skor maksimum total adalah 23, bukan 24.
Mulai skor berapa pasien dianggap berisiko dan perlu dilakukan pencegahan dekubitus?
Secara klinis, skor total <=18 umumnya menjadi batas pasien dinilai berisiko sehingga perlu intervensi pencegahan. Tingkatannya: 15-18 risiko ringan, 13-14 sedang, 10-12 tinggi, dan <=9 risiko sangat tinggi. Semakin rendah skor, semakin intensif paket pencegahan (reposisi, permukaan pengurang tekanan, manajemen kelembaban dan nutrisi) yang diberikan.
