Lewati ke konten utama

Asuhan Keperawatan (Askep) Tetanus

⚕️ Catatan: Konten ini adalah materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Bukan pengganti penilaian klinis profesional. Setiap asuhan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

Pengertian Tetanus

Tetanus adalah penyakit infeksi akut dan berpotensi fatal yang disebabkan oleh eksotoksin (tetanospasmin) yang dihasilkan bakteri anaerob Clostridium tetani. Spora bakteri masuk ke tubuh melalui luka (terutama luka tusuk dalam, luka kotor, atau luka yang terkontaminasi tanah/feses), kemudian berkembang dalam kondisi anaerob dan memproduksi toksin yang menyebar secara retrograd melalui saraf perifer menuju sistem saraf pusat. Tetanospasmin menghambat pelepasan neurotransmiter inhibitorik (GABA dan glisin) sehingga terjadi aktivitas motorik tak terkendali berupa kekakuan dan spasme otot generalisata. Manifestasi khas meliputi trismus (lockjaw), risus sardonicus, kaku kuduk, dan opistotonus. Penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi dan dapat dikelola dengan netralisasi toksin, perawatan luka, kontrol spasme, serta dukungan jalan napas.

Etiologi (Penyebab)

Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)

Pengkajian Keperawatan

Data yang dikaji perawat pada pasien Tetanus:

Diagnosa & Intervensi Keperawatan

Berikut diagnosa keperawatan utama Tetanus (SDKI) beserta intervensi (SIKI):

1. Bersihan jalan napas tidak efektif b.d spasme otot faring/laring dan penumpukan sekret d.d disfagia, ketidakmampuan batuk efektif, dan risiko obstruksi

Intervensi Keperawatan:

2. Risiko cedera b.d spasme otot generalisata dan rangsang eksternal yang memicu kejang

Intervensi Keperawatan:

3. Risiko infeksi b.d adanya luka sebagai port d'entree Clostridium tetani dan jaringan nekrotik

Intervensi Keperawatan:

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi disusun dalam format SOAP: data Subjektif (keluhan kaku rahang/sulit menelan bila pasien dapat berkomunikasi) dan Objektif (frekuensi & durasi spasme menurun, SpO2 dalam batas normal, jalan napas paten, luka bersih tanpa tanda infeksi) dinilai untuk menetapkan Assessment apakah masalah teratasi/teratasi sebagian/belum teratasi, lalu Planning intervensi dilanjutkan atau dimodifikasi sesuai perkembangan kondisi pasien. Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.

Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Fraktur · Askep Luka Bakar (Combustio) · Askep Meningitis · Daftar Askep Lengkap

Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?

Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ) Askep Tetanus

Mengapa pasien tetanus harus dirawat di ruangan tenang dan redup?

Karena spasme otot pada tetanus dipicu oleh rangsang eksternal seperti suara keras, cahaya terang, dan sentuhan. Lingkungan yang tenang, redup, dan minim stimulasi mengurangi frekuensi serta keparahan spasme, sekaligus menurunkan risiko laringospasme dan cedera.

Apa perbedaan ATS dan toksoid tetanus (TT) pada penanganan tetanus?

ATS (Anti Tetanus Serum) atau HTIG adalah imunisasi pasif yang berisi antibodi siap pakai untuk menetralisasi toksin tetanospasmin yang masih beredar dan belum terikat saraf. Toksoid tetanus (TT) adalah imunisasi aktif yang merangsang tubuh membentuk antibodi sendiri untuk perlindungan jangka panjang. Keduanya diberikan bersamaan namun pada lokasi suntik berbeda.

Mengapa kesadaran pasien tetanus tetap penuh meski mengalami kejang/spasme?

Karena toksin tetanospasmin bekerja pada interneuron inhibitorik motorik (menghambat GABA dan glisin) di medula spinalis dan batang otak, bukan pada korteks serebri. Akibatnya pasien mengalami spasme otot hebat namun kesadaran tetap compos mentis dan dapat merasakan nyeri, sehingga aspek kenyamanan dan psikologis penting diperhatikan.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999