Lewati ke konten utama

Asuhan Keperawatan (Askep) Meningitis

⚕️ Catatan: Konten ini adalah materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Bukan pengganti penilaian klinis profesional. Setiap asuhan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

Pengertian Meningitis

Meningitis adalah proses inflamasi pada selaput pembungkus otak dan medula spinalis (meningen), terutama lapisan arachnoid dan piamater serta cairan serebrospinal (CSS) di dalam ruang subarachnoid. Inflamasi ini umumnya disebabkan infeksi bakteri, virus, jamur, atau tuberkulosis, namun dapat pula bersifat non-infeksi (kimiawi/akibat obat). Respons inflamasi memicu peningkatan permeabilitas sawar darah-otak, edema serebral, dan gangguan aliran CSS yang berisiko meningkatkan tekanan intrakranial (TIK). Meningitis bakterial merupakan kegawatdaruratan medis karena dapat berkembang cepat menjadi sepsis, kejang, penurunan kesadaran, hingga kematian, sehingga diagnosis dan terapi dini sangat menentukan prognosis.

Etiologi (Penyebab)

Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)

Pengkajian Keperawatan

Data yang dikaji perawat pada pasien Meningitis:

Diagnosa & Intervensi Keperawatan

Berikut diagnosa keperawatan utama Meningitis (SDKI) beserta intervensi (SIKI):

1. Hipertermia b.d proses penyakit (infeksi/inflamasi meningen) d.d suhu tubuh di atas 38,5 derajat C, kulit teraba hangat, dan takikardia

Intervensi Keperawatan:

2. Risiko perfusi serebral tidak efektif b.d edema serebral dan peningkatan tekanan intrakranial akibat proses inflamasi meningen

Intervensi Keperawatan:

3. Nyeri akut b.d agen pencedera fisiologis (iritasi/inflamasi selaput meningen) d.d mengeluh nyeri kepala, tampak meringis, kaku kuduk, dan fotofobia

Intervensi Keperawatan:

Evaluasi Keperawatan

S: pasien menyatakan nyeri kepala berkurang dan badan terasa lebih nyaman; O: suhu turun menuju rentang normal (36,5-37,5 derajat C), GCS stabil 15, tanda rangsang meningeal berkurang, skala nyeri menurun, tidak ada tanda peningkatan TIK; A: masalah hipertermia, nyeri akut, dan risiko perfusi serebral tidak efektif teratasi sebagian; P: lanjutkan monitoring suhu, status neurologis, dan terapi antibiotik/antiviral sesuai program. Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.

Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Kejang Demam Anak · Askep Stroke · Askep HIV/AIDS · Daftar Askep Lengkap

Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?

Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ) Askep Meningitis

Apa perbedaan tanda Kernig dan Brudzinski pada meningitis?

Keduanya adalah tanda rangsang meningeal. Tanda Kernig positif bila timbul nyeri atau tahanan saat tungkai diluruskan pada lutut sementara panggul difleksikan 90 derajat. Tanda Brudzinski positif bila fleksi pasif pada leher memicu fleksi involunter pada panggul dan lutut. Keduanya menandakan iritasi meningen.

Mengapa pungsi lumbal penting dan kapan ditunda?

Pungsi lumbal mengambil sampel cairan serebrospinal untuk memastikan diagnosis dan jenis penyebab (analisis sel, protein, glukosa, kultur/Gram). Pemeriksaan ini ditunda dan didahului CT kepala bila ada tanda peningkatan TIK berat, defisit neurologis fokal, atau gangguan pembekuan darah, karena berisiko menyebabkan herniasi otak.

Apa prioritas keperawatan utama pada pasien meningitis?

Prioritasnya adalah menjaga jalan napas dan oksigenasi, menurunkan suhu, mencegah serta mendeteksi dini peningkatan TIK dan kejang melalui pemantauan neurologis ketat, mengatasi nyeri, mempertahankan keseimbangan cairan, dan memastikan terapi antibiotik/antiviral diberikan tepat waktu. Pada kasus bakterial (terutama meningokokus) juga diterapkan kewaspadaan isolasi droplet.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999