Lewati ke konten utama

Asuhan Keperawatan (Askep) Skizofrenia

⚕️ Catatan: Konten ini adalah materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Bukan pengganti penilaian klinis profesional. Setiap asuhan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

Pengertian Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat (psikotik) yang ditandai oleh distorsi pikiran, persepsi, emosi, bahasa, dan perilaku yang berlangsung kronis dan cenderung kambuh. Manifestasinya dikelompokkan menjadi gejala positif (halusinasi, waham, perilaku kacau) dan gejala negatif (afek datar, menarik diri sosial, avolisi/kehilangan motivasi, alogia). Berdasarkan PPDGJ-III/ICD, diagnosis ditegakkan bila gejala khas berlangsung minimal 1 bulan disertai penurunan fungsi sosial-okupasional, dan tidak disebabkan gangguan organik atau penggunaan zat. Perjalanan penyakit melewati fase akut (gejala psikotik dominan), stabilisasi, dan rumatan (pemeliharaan), dengan kepatuhan minum antipsikotik sebagai kunci pencegahan relaps.

Etiologi (Penyebab)

Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)

Pengkajian Keperawatan

Data yang dikaji perawat pada pasien Skizofrenia:

Diagnosa & Intervensi Keperawatan

Berikut diagnosa keperawatan utama Skizofrenia (SDKI) beserta intervensi (SIKI):

1. Gangguan persepsi sensori b.d gangguan psikotik d.d klien mendengar suara/bisikan, bicara dan tertawa sendiri, menarik diri

Intervensi Keperawatan:

2. Risiko perilaku kekerasan d.d adanya waham dan halusinasi (terutama perintah/command), gangguan pengendalian impuls, dan tanda agitasi

Intervensi Keperawatan:

3. Isolasi sosial b.d gejala negatif (afek datar, avolisi) dan ketidakmampuan menjalin hubungan d.d klien menarik diri, afek datar, kontak mata kurang

Intervensi Keperawatan:

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi disusun dalam format SOAP: S (klien menyatakan suara/bisikan berkurang dan mampu menghardik halusinasi), O (klien tampak tenang, kooperatif, mempraktikkan SP, tidak ada tanda perilaku kekerasan, mulai berinteraksi dengan orang lain), A (masalah gangguan persepsi sensori teratasi sebagian), P (lanjutkan latihan SP halusinasi, pantau kepatuhan obat, dan libatkan keluarga untuk pencegahan kekambuhan). Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.

Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Halusinasi · Askep Waham · Askep Isolasi Sosial · Daftar Askep Lengkap

Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?

Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ) Askep Skizofrenia

Apa perbedaan gejala positif dan gejala negatif pada skizofrenia?

Gejala positif adalah penambahan fungsi abnormal seperti halusinasi, waham, dan perilaku kacau yang menonjol saat fase akut. Gejala negatif adalah pengurangan fungsi normal seperti afek datar, menarik diri sosial, avolisi (hilang motivasi), dan alogia, yang cenderung menetap dan paling sulit diobati.

Apa urutan SP (Strategi Pelaksanaan) untuk pasien halusinasi?

SP1 mengajarkan menghardik halusinasi, SP2 mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap bersama orang lain, SP3 melakukan aktivitas terjadwal agar tidak melamun, dan SP4 minum obat secara teratur (prinsip benar obat). SP keluarga melatih keluarga merawat dan mengenali tanda kekambuhan.

Mengapa kepatuhan minum antipsikotik sangat penting pada skizofrenia?

Antipsikotik mengendalikan gejala dengan menyeimbangkan dopamin, terutama gejala positif. Putus obat adalah penyebab utama kekambuhan; setiap relaps dapat memperburuk prognosis dan menurunkan respons terapi. Edukasi kepatuhan, pengawasan minum obat oleh keluarga, dan terapi rumatan jangka panjang menjadi kunci stabilitas.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999