Lewati ke konten utama

Suction (Penghisapan Lendir): Prosedur & Langkah-Langkah

⚕️ Catatan: Materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Prosedur klinis harus dilakukan oleh tenaga terlatih sesuai SOP institusi & supervisi yang berlaku.

Pengertian Suction (Penghisapan Lendir)

Suction (penghisapan lendir) adalah tindakan mengeluarkan sekret atau lendir dari jalan napas (oral, nasofaring, orofaring, trakea, atau melalui selang endotrakeal/trakeostomi) menggunakan kateter penghisap yang dihubungkan ke mesin suction. Tindakan ini dilakukan pada pasien yang tidak mampu mengeluarkan sekret secara mandiri akibat penurunan kesadaran, refleks batuk lemah, atau terpasang alat bantu napas. Tujuannya mempertahankan kepatenan jalan napas dan mencegah hipoksia, namun harus dikerjakan dengan teknik steril, tekanan terkontrol, dan durasi singkat karena berisiko menimbulkan hipoksemia, trauma mukosa, perdarahan, bradikardia, dan aritmia.

Tujuan

Indikasi

Persiapan Alat

Prosedur & Langkah-Langkah

  1. Verifikasi instruksi/indikasi, identifikasi pasien dengan dua identitas, dan jelaskan tujuan serta prosedur kepada pasien/keluarga untuk memperoleh persetujuan dan kerja sama
  2. Lakukan kebersihan tangan dengan 6 langkah dan pakai APD (masker, pelindung mata, apron)
  3. Dekatkan dan susun alat; pasang pulse oximeter, lalu kaji SpO2, suara napas, frekuensi napas, dan irama jantung sebagai data awal
  4. Atur posisi pasien: semi-Fowler (sadar) atau posisi lateral/kepala miring ke perawat (tidak sadar); pasang pengalas di dada/leher
  5. Nyalakan mesin suction dan atur tekanan negatif sesuai usia: dewasa 100-150 mmHg, anak 80-120 mmHg, bayi 80-100 mmHg, neonatus 60-100 mmHg (uji dengan menutup ujung selang)
  6. Lakukan hiperoksigenasi/preoksigenasi dengan oksigen 100% atau napas dalam selama 30-60 detik sebelum penghisapan untuk mencegah hipoksia
  7. Lakukan kebersihan tangan, buka kemasan kateter steril secara aseptik, pasang sarung tangan steril, dan sambungkan kateter ke selang suction tanpa mengontaminasi ujungnya
  8. Perkirakan kedalaman insersi yang aman: untuk naso/orofaring sepanjang jarak ujung hidung/mulut ke daun telinga; untuk ETT/trakeostomi gunakan teknik shallow yaitu hanya sepanjang ETT/kanul (atau sedikit melewatinya) atau sampai timbul refleks batuk/teraba tahanan, JANGAN mendorong sampai membentur karina; basahi/bilas kateter dengan NaCl steril
  9. Masukkan kateter dengan lembut TANPA mengaktifkan hisapan (lubang kontrol terbuka) hingga kedalaman aman yang ditentukan atau sampai timbul refleks batuk/tahanan ringan; jangan memaksa bila ada tahanan, dan bila menyentuh karina/tahanan tarik kembali sekitar 1 cm sebelum menghisap
  10. Aktifkan hisapan HANYA saat menarik kateter sambil memutar perlahan; satu kali hisap maksimal 10-15 detik (idealnya <=10 detik saat hisapan aktif) untuk mencegah hipoksia dan trauma
  11. Tarik kateter sepenuhnya, lalu berikan oksigenasi dan biarkan pasien pulih/bernapas minimal 30 detik sampai 1 menit hingga SpO2 dan frekuensi nadi kembali ke baseline; pantau SpO2 dan irama jantung terhadap tanda aritmia/bradikardia
  12. Bilas kateter dengan NaCl steril; bila sekret masih ada, ulangi penghisapan dengan jeda reoksigenasi yang cukup, total tidak lebih dari 3 kali siklus
  13. Lakukan hiperoksigenasi pasca-penghisapan dan kembalikan pemberian oksigen ke setelan semula; auskultasi suara napas untuk menilai keberhasilan
  14. Buang kateter dan sarung tangan secara aman (satu kateter sekali pakai), matikan mesin suction, rapikan pasien ke posisi nyaman, dan bereskan alat
  15. Lepas APD dan lakukan kebersihan tangan
  16. Dokumentasikan waktu tindakan, jumlah/warna/konsistensi sekret, tekanan suction, SpO2 dan irama jantung sebelum-sesudah, respons pasien, dan laporkan temuan abnormal kepada penanggung jawab

Hal yang Perlu Diperhatikan

Lihat juga: Terapi Oksigen · Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) · Tanda-Tanda Vital (TTV) · Daftar Tindakan Keperawatan · Contoh Askep

Mau Terampil Tindakan Keperawatan?

Latih skill klinis di lab modern + praktik 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa lama waktu maksimal satu kali penghisapan dan mengapa dibatasi?

Satu kali penghisapan maksimal 10-15 detik, dan idealnya hisapan aktif tidak lebih dari 10 detik. Selama disuction, oksigen ikut tersedot bersama sekret sehingga durasi yang lama menyebabkan hipoksia, bradikardia, dan aritmia. Karena itu setiap siklus dibatasi singkat dan diberi jeda reoksigenasi (minimal 30 detik sampai 1 menit) sebelum diulang.

Berapa tekanan suction yang tepat berdasarkan usia?

Tekanan negatif disesuaikan dengan usia: dewasa 100-150 mmHg, anak 80-120 mmHg, bayi 80-100 mmHg, dan neonatus 60-100 mmHg. Tekanan yang terlalu tinggi dapat melukai mukosa jalan napas, menyebabkan perdarahan, hipoksia, dan kolaps/atelektasis, sehingga harus selalu diuji dan diatur sebelum kateter dimasukkan.

Kapan hisapan dinyalakan, saat memasukkan atau menarik kateter?

Hisapan dinyalakan HANYA saat menarik kateter sambil memutarnya perlahan. Saat memasukkan kateter, lubang kontrol dibiarkan terbuka (hisapan tidak aktif) agar tidak melukai mukosa dan tidak menyedot oksigen dari jalan napas sebelum mencapai sekret. Kateter juga tidak boleh didorong sampai membentur karina.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999