Terapi Oksigen: Prosedur & Langkah-Langkah
Pengertian Terapi Oksigen
Terapi oksigen adalah pemberian oksigen tambahan dengan konsentrasi lebih tinggi dari udara ruangan (>21%) untuk mengatasi atau mencegah hipoksia (kekurangan oksigen jaringan).
Tujuan
- Mengatasi hipoksia/hipoksemia
- Menurunkan beban kerja napas & jantung
- Mempertahankan saturasi oksigen adekuat
- Mendukung oksigenasi jaringan
Indikasi
- Saturasi oksigen <94% (atau sesuai target)
- Sesak napas/gagal napas
- Pasca operasi/anestesi
- Syok, trauma, kondisi kritis
Persiapan Alat
- Sumber oksigen (tabung/sentral)
- Flowmeter
- Humidifier + aquades steril
- Alat pemberian: nasal kanul / simple mask / NRM
- Pulse oximeter
- Selang oksigen
Prosedur & Langkah-Langkah
- Cuci tangan & jelaskan prosedur
- Cek program & target saturasi oksigen
- Pasang flowmeter & humidifier ke sumber oksigen
- Pilih alat sesuai kebutuhan: nasal kanul (1-6 L/mnt), simple mask (6-10 L/mnt), NRM (10-15 L/mnt)
- Atur aliran oksigen sesuai program
- Pasang alat ke pasien dengan nyaman
- Monitor saturasi oksigen dengan pulse oximeter
- Evaluasi respon & dokumentasikan
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Hati-hati pada pasien PPOK (oksigen aliran rendah, cegah retensi CO2)
- Oksigen mudah terbakar — jauhkan dari api
- Cek humidifier agar oksigen tidak kering
- Monitor saturasi & respon pasien berkala
Lihat juga: Daftar Tindakan Keperawatan · Asuhan Keperawatan · Contoh Askep
Mau Terampil Tindakan Keperawatan?
Latih skill klinis di lab modern + praktik 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI.
📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa saja alat terapi oksigen dan alirannya?
Nasal kanul (1-6 L/mnt, FiO2 24-44%), simple mask (6-10 L/mnt, FiO2 40-60%), dan Non-Rebreathing Mask/NRM (10-15 L/mnt, FiO2 80-95%). Dipilih sesuai kebutuhan oksigen pasien.
Kapan terapi oksigen diberikan?
Terapi oksigen diberikan bila saturasi oksigen <94% (atau sesuai target), pasien sesak/gagal napas, syok, pasca-anestesi, atau kondisi kritis lain yang berisiko hipoksia.
Mengapa pasien PPOK harus hati-hati dengan oksigen?
Pada PPOK, oksigen aliran tinggi dapat menekan dorongan napas (hypoxic drive) dan menyebabkan retensi CO2. Maka diberikan oksigen aliran rendah terkontrol.
