Lewati ke konten utama

Terapi Oksigen: Prosedur & Langkah-Langkah

⚕️ Catatan: Materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Prosedur klinis harus dilakukan oleh tenaga terlatih sesuai SOP institusi & supervisi yang berlaku.

Pengertian Terapi Oksigen

Terapi oksigen adalah pemberian oksigen tambahan dengan konsentrasi lebih tinggi dari udara ruangan (>21%) untuk mengatasi atau mencegah hipoksia (kekurangan oksigen jaringan).

Tujuan

Indikasi

Persiapan Alat

Prosedur & Langkah-Langkah

  1. Cuci tangan & jelaskan prosedur
  2. Cek program & target saturasi oksigen
  3. Pasang flowmeter & humidifier ke sumber oksigen
  4. Pilih alat sesuai kebutuhan: nasal kanul (1-6 L/mnt), simple mask (6-10 L/mnt), NRM (10-15 L/mnt)
  5. Atur aliran oksigen sesuai program
  6. Pasang alat ke pasien dengan nyaman
  7. Monitor saturasi oksigen dengan pulse oximeter
  8. Evaluasi respon & dokumentasikan

Hal yang Perlu Diperhatikan

Lihat juga: Daftar Tindakan Keperawatan · Asuhan Keperawatan · Contoh Askep

Mau Terampil Tindakan Keperawatan?

Latih skill klinis di lab modern + praktik 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa saja alat terapi oksigen dan alirannya?

Nasal kanul (1-6 L/mnt, FiO2 24-44%), simple mask (6-10 L/mnt, FiO2 40-60%), dan Non-Rebreathing Mask/NRM (10-15 L/mnt, FiO2 80-95%). Dipilih sesuai kebutuhan oksigen pasien.

Kapan terapi oksigen diberikan?

Terapi oksigen diberikan bila saturasi oksigen <94% (atau sesuai target), pasien sesak/gagal napas, syok, pasca-anestesi, atau kondisi kritis lain yang berisiko hipoksia.

Mengapa pasien PPOK harus hati-hati dengan oksigen?

Pada PPOK, oksigen aliran tinggi dapat menekan dorongan napas (hypoxic drive) dan menyebabkan retensi CO2. Maka diberikan oksigen aliran rendah terkontrol.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999