Terapi Inhalasi Nebulizer: Prosedur & Langkah-Langkah
Pengertian Terapi Inhalasi Nebulizer
Terapi inhalasi nebulizer adalah pemberian obat dalam bentuk cair yang diubah menjadi partikel aerosol (uap halus) oleh alat nebulizer, sehingga dapat dihirup masuk langsung ke saluran pernapasan dan paru-paru. Obat yang umum diberikan meliputi bronkodilator (misalnya salbutamol), mukolitik (pengencer dahak), dan kortikosteroid, sesuai program/instruksi dokter. Metode ini memungkinkan obat bekerja cepat dan langsung pada organ target dengan dosis sistemik yang lebih rendah, sehingga efektif untuk mengatasi sesak napas, bronkospasme, dan retensi sekret pada gangguan saluran pernapasan.
Tujuan
- Mengencerkan dan memudahkan pengeluaran sekret/dahak yang kental
- Melebarkan saluran napas (bronkodilatasi) dan mengurangi bronkospasme
- Mengurangi sesak napas serta memperbaiki ventilasi dan oksigenasi
- Mengantarkan obat secara langsung dan cepat ke saluran pernapasan dengan efek samping sistemik minimal
- Melembabkan mukosa saluran pernapasan yang kering atau iritasi
Indikasi
- Penyakit obstruksi jalan napas seperti asma bronkial dan PPOK dengan bronkospasme
- Bronkitis, pneumonia, atau bronkiektasis dengan sekret kental dan sulit dikeluarkan
- Pasien dengan sesak napas akibat penyempitan saluran napas
- Retensi sekret pada pasien pasca operasi atau imobilisasi lama
- Pemberian obat bronkodilator, mukolitik, atau kortikosteroid sesuai program dokter
- Persiapan jalan napas sebelum fisioterapi dada atau latihan batuk efektif
Persiapan Alat
- Set nebulizer (mesin/kompresor nebulizer) dan selang penghubung
- Masker nebulizer atau mouthpiece (sungkup/corong sesuai kondisi pasien)
- Nebulizer cup/chamber (mangkuk tempat obat)
- Obat sesuai program dokter (bronkodilator/mukolitik/kortikosteroid) beserta cairan pengencer (NaCl 0,9% / akuades steril) bila diperlukan
- Spuit/disposable syringe untuk mengukur dosis obat
- Bengkok/nierbeken dan tisu
- Stetoskop dan alat pengukur tanda vital (tensimeter, oksimetri/pulse oximeter)
- Sarung tangan bersih dan masker petugas
- Air minum hangat untuk berkumur setelah tindakan
- Buku catatan/rekam medis untuk dokumentasi
Prosedur & Langkah-Langkah
- Cuci tangan dengan sabun/handrub sesuai prosedur dan pasang sarung tangan bersih bila perlu
- Identifikasi pasien (nama, tanggal lahir) dan verifikasi instruksi obat sesuai prinsip 6 benar (benar pasien, obat, dosis, rute, waktu, dokumentasi); periksa juga tanggal kedaluwarsa dan kejernihan obat
- Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada pasien/keluarga, lalu minta persetujuan dan ajarkan cara bernapas yang benar
- Ukur tanda-tanda vital awal terutama nadi, pernapasan, dan saturasi oksigen sebagai data dasar, serta auskultasi suara napas sebagai data awal evaluasi
- Atur posisi pasien duduk tegak atau semi-Fowler (45 derajat) agar pengembangan paru maksimal
- Siapkan obat: ukur dosis obat sesuai program dan masukkan ke dalam nebulizer cup, tambahkan NaCl 0,9%/pengencer bila diinstruksikan (umumnya volume total 3-5 ml)
- Pasang nebulizer cup ke selang dan hubungkan ke mesin nebulizer, lalu pasang masker atau mouthpiece
- Nyalakan mesin nebulizer dan pastikan keluar uap/kabut aerosol dari masker/mouthpiece
- Pasang masker menutupi hidung dan mulut, atau minta pasien menggigit mouthpiece dengan bibir rapat
- Anjurkan pasien menghirup uap secara perlahan dan dalam melalui mulut, tahan sejenak, lalu hembuskan; lakukan berulang selama 10-15 menit sampai obat habis (uap tidak keluar lagi)
- Observasi pasien selama tindakan terhadap efek samping seperti takikardia, palpitasi, tremor, pusing, atau sesak bertambah; HENTIKAN tindakan dan laporkan bila timbul reaksi berat
- Setelah obat habis, matikan mesin dan lepaskan masker/mouthpiece dari pasien
- Anjurkan pasien berkumur dengan air hangat (terutama setelah kortikosteroid) untuk mencegah iritasi/sariawan mulut, lalu lakukan fisioterapi dada dan latihan batuk efektif untuk mengeluarkan sekret
- Evaluasi respons pasien: ukur kembali tanda vital dan saturasi, auskultasi suara napas, serta tanyakan keluhan sesak
- Rapikan dan bersihkan alat (cuci nebulizer cup, masker/mouthpiece) untuk mencegah kontaminasi, lepas sarung tangan, dan cuci tangan
- Dokumentasikan tindakan: jenis dan dosis obat, waktu pemberian, lama tindakan, respons dan toleransi pasien, tanda vital, serta efek samping yang muncul
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Selalu verifikasi prinsip 6 benar obat serta tanggal kedaluwarsa/kejernihan obat, dan pastikan dosis serta jenis obat sesuai instruksi dokter sebelum tindakan; jangan mencampur obat yang tidak kompatibel tanpa instruksi
- Pantau nadi dan keluhan pasien selama prosedur; takikardia, palpitasi, dan tremor adalah efek samping bronkodilator (salbutamol) yang harus segera dilaporkan
- Pada pasien PPOK berisiko retensi CO2, nebulisasi sebaiknya digerakkan dengan udara (kompresor), bukan oksigen aliran tinggi, untuk menghindari penekanan dorongan napas hipoksik; ikuti instruksi dokter bila harus memakai oksigen
- Hentikan tindakan bila pasien mengalami sesak memberat, pusing hebat, mual, atau reaksi alergi, lalu laporkan ke dokter
- Pertahankan posisi duduk/semi-Fowler dan jangan biarkan pasien berbaring datar saat terapi untuk memaksimalkan inhalasi
- Wajib berkumur setelah pemberian kortikosteroid untuk mencegah kandidiasis/sariawan oral dan suara serak; bila memakai masker, hindari uap mengenai mata serta bersihkan/lap wajah, dan utamakan mouthpiece pada pasien kooperatif. Jaga sterilitas alat (satu set per pasien) untuk mencegah infeksi silang dan awasi durasi 10-15 menit tanpa memberi dosis ganda tanpa instruksi
Lihat juga: Terapi Oksigen · Tanda-Tanda Vital (TTV) · Pemeriksaan Fisik · Daftar Tindakan Keperawatan · Contoh Askep
Mau Terampil Tindakan Keperawatan?
Latih skill klinis di lab modern + praktik 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI.
📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk satu kali terapi nebulizer?
Umumnya 10-15 menit, yaitu sampai obat di dalam nebulizer cup habis dan uap/aerosol tidak keluar lagi. Lama waktu dapat sedikit bervariasi tergantung volume obat dan jenis mesin nebulizer.
Apa bedanya menggunakan masker dan mouthpiece pada nebulizer?
Mouthpiece (corong gigit) lebih efektif menghantarkan obat langsung ke paru dan mengurangi obat mengenai wajah/mata, sehingga dianjurkan untuk pasien dewasa yang kooperatif dan mampu bernapas lewat mulut. Masker dipakai untuk anak-anak, lansia, atau pasien yang tidak mampu menggigit/menahan mouthpiece dengan baik.
Mengapa pasien harus berkumur setelah nebulizer dengan kortikosteroid?
Sisa obat kortikosteroid yang menempel di rongga mulut dan tenggorokan dapat menyebabkan infeksi jamur (kandidiasis oral/sariawan) dan suara serak. Berkumur dengan air hangat setelah terapi membersihkan sisa obat dan mencegah efek samping tersebut.
