Lewati ke konten utama

Terapi Inhalasi Nebulizer: Prosedur & Langkah-Langkah

⚕️ Catatan: Materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Prosedur klinis harus dilakukan oleh tenaga terlatih sesuai SOP institusi & supervisi yang berlaku.

Pengertian Terapi Inhalasi Nebulizer

Terapi inhalasi nebulizer adalah pemberian obat dalam bentuk cair yang diubah menjadi partikel aerosol (uap halus) oleh alat nebulizer, sehingga dapat dihirup masuk langsung ke saluran pernapasan dan paru-paru. Obat yang umum diberikan meliputi bronkodilator (misalnya salbutamol), mukolitik (pengencer dahak), dan kortikosteroid, sesuai program/instruksi dokter. Metode ini memungkinkan obat bekerja cepat dan langsung pada organ target dengan dosis sistemik yang lebih rendah, sehingga efektif untuk mengatasi sesak napas, bronkospasme, dan retensi sekret pada gangguan saluran pernapasan.

Tujuan

Indikasi

Persiapan Alat

Prosedur & Langkah-Langkah

  1. Cuci tangan dengan sabun/handrub sesuai prosedur dan pasang sarung tangan bersih bila perlu
  2. Identifikasi pasien (nama, tanggal lahir) dan verifikasi instruksi obat sesuai prinsip 6 benar (benar pasien, obat, dosis, rute, waktu, dokumentasi); periksa juga tanggal kedaluwarsa dan kejernihan obat
  3. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada pasien/keluarga, lalu minta persetujuan dan ajarkan cara bernapas yang benar
  4. Ukur tanda-tanda vital awal terutama nadi, pernapasan, dan saturasi oksigen sebagai data dasar, serta auskultasi suara napas sebagai data awal evaluasi
  5. Atur posisi pasien duduk tegak atau semi-Fowler (45 derajat) agar pengembangan paru maksimal
  6. Siapkan obat: ukur dosis obat sesuai program dan masukkan ke dalam nebulizer cup, tambahkan NaCl 0,9%/pengencer bila diinstruksikan (umumnya volume total 3-5 ml)
  7. Pasang nebulizer cup ke selang dan hubungkan ke mesin nebulizer, lalu pasang masker atau mouthpiece
  8. Nyalakan mesin nebulizer dan pastikan keluar uap/kabut aerosol dari masker/mouthpiece
  9. Pasang masker menutupi hidung dan mulut, atau minta pasien menggigit mouthpiece dengan bibir rapat
  10. Anjurkan pasien menghirup uap secara perlahan dan dalam melalui mulut, tahan sejenak, lalu hembuskan; lakukan berulang selama 10-15 menit sampai obat habis (uap tidak keluar lagi)
  11. Observasi pasien selama tindakan terhadap efek samping seperti takikardia, palpitasi, tremor, pusing, atau sesak bertambah; HENTIKAN tindakan dan laporkan bila timbul reaksi berat
  12. Setelah obat habis, matikan mesin dan lepaskan masker/mouthpiece dari pasien
  13. Anjurkan pasien berkumur dengan air hangat (terutama setelah kortikosteroid) untuk mencegah iritasi/sariawan mulut, lalu lakukan fisioterapi dada dan latihan batuk efektif untuk mengeluarkan sekret
  14. Evaluasi respons pasien: ukur kembali tanda vital dan saturasi, auskultasi suara napas, serta tanyakan keluhan sesak
  15. Rapikan dan bersihkan alat (cuci nebulizer cup, masker/mouthpiece) untuk mencegah kontaminasi, lepas sarung tangan, dan cuci tangan
  16. Dokumentasikan tindakan: jenis dan dosis obat, waktu pemberian, lama tindakan, respons dan toleransi pasien, tanda vital, serta efek samping yang muncul

Hal yang Perlu Diperhatikan

Lihat juga: Terapi Oksigen · Tanda-Tanda Vital (TTV) · Pemeriksaan Fisik · Daftar Tindakan Keperawatan · Contoh Askep

Mau Terampil Tindakan Keperawatan?

Latih skill klinis di lab modern + praktik 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk satu kali terapi nebulizer?

Umumnya 10-15 menit, yaitu sampai obat di dalam nebulizer cup habis dan uap/aerosol tidak keluar lagi. Lama waktu dapat sedikit bervariasi tergantung volume obat dan jenis mesin nebulizer.

Apa bedanya menggunakan masker dan mouthpiece pada nebulizer?

Mouthpiece (corong gigit) lebih efektif menghantarkan obat langsung ke paru dan mengurangi obat mengenai wajah/mata, sehingga dianjurkan untuk pasien dewasa yang kooperatif dan mampu bernapas lewat mulut. Masker dipakai untuk anak-anak, lansia, atau pasien yang tidak mampu menggigit/menahan mouthpiece dengan baik.

Mengapa pasien harus berkumur setelah nebulizer dengan kortikosteroid?

Sisa obat kortikosteroid yang menempel di rongga mulut dan tenggorokan dapat menyebabkan infeksi jamur (kandidiasis oral/sariawan) dan suara serak. Berkumur dengan air hangat setelah terapi membersihkan sisa obat dan mencegah efek samping tersebut.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999