Lewati ke konten utama

Asuhan Keperawatan (Askep) HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome)

⚕️ Catatan: Konten ini adalah materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Bukan pengganti penilaian klinis profesional. Setiap asuhan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

Pengertian HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome)

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah retrovirus golongan lentivirus yang menginfeksi dan menghancurkan sel limfosit T helper (CD4+), makrofag, dan sel dendritik, sehingga secara progresif menurunkan fungsi sistem imun seluler. Penurunan jumlah CD4 membuat tubuh rentan terhadap infeksi oportunistik dan keganasan. AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan stadium klinis paling lanjut dari infeksi HIV yang ditegakkan ketika jumlah CD4 turun di bawah 200 sel/mm3 dan/atau muncul satu atau lebih penyakit penanda AIDS (AIDS-defining illness) seperti TB ekstraparu, kandidiasis esofagus, atau Pneumocystis jirovecii pneumonia. Infeksi HIV bersifat kronis dan belum dapat disembuhkan, namun dengan terapi antiretroviral (ARV) yang teratur dan kepatuhan tinggi, replikasi virus dapat ditekan sampai tidak terdeteksi sehingga harapan hidup mendekati populasi umum.

Etiologi (Penyebab)

Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)

Pengkajian Keperawatan

Data yang dikaji perawat pada pasien HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome):

Diagnosa & Intervensi Keperawatan

Berikut diagnosa keperawatan utama HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome) (SDKI) beserta intervensi (SIKI):

1. Risiko infeksi b.d penurunan imunitas (penurunan jumlah CD4) dan supresi respons inflamasi

Intervensi Keperawatan:

2. Defisit nutrisi b.d peningkatan kebutuhan metabolik, mual, dan gangguan absorpsi d.d penurunan berat badan dan kandidiasis oral

Intervensi Keperawatan:

3. Ketidakpatuhan b.d kompleksitas regimen terapi, efek samping ARV, dan stigma d.d viral load tidak tersupresi

Intervensi Keperawatan:

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi didokumentasikan dengan format SOAP, contoh: S: pasien menyatakan memahami jadwal dan manfaat ARV serta tidak ada keluhan demam; O: suhu 36,8 C, tidak tampak tanda infeksi baru, berat badan naik 0,5 kg, pasien meminum ARV teratur; A: masalah risiko infeksi dan defisit nutrisi teratasi sebagian, kepatuhan meningkat; P: lanjutkan intervensi pemantauan infeksi, dukungan nutrisi, dan penguatan kepatuhan ARV. Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.

Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep TB Paru · Askep Ansietas (Kecemasan) · Askep Harga Diri Rendah · Daftar Askep Lengkap

Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?

Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ) Askep HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome)

Apa perbedaan HIV dan AIDS?

HIV adalah virus yang menyerang sel CD4 sistem imun, sedangkan AIDS adalah stadium akhir infeksi HIV yang ditandai jumlah CD4 di bawah 200 sel/mm3 dan/atau munculnya infeksi oportunistik. Tidak semua orang dengan HIV mencapai tahap AIDS, terutama bila rutin minum ARV dengan kepatuhan tinggi.

Mengapa kepatuhan ARV sangat penting dalam asuhan keperawatan HIV?

ARV menekan replikasi virus sehingga viral load menjadi tidak terdeteksi, memulihkan imunitas, dan mencegah penularan (konsep U=U: undetectable = untransmittable). Kepatuhan yang buruk menyebabkan virus kembali aktif, resistensi obat, dan progresi ke AIDS, sehingga edukasi dan pendampingan kepatuhan menjadi inti intervensi keperawatan.

Apa diagnosa keperawatan utama pada pasien HIV/AIDS?

Tiga diagnosa SDKI yang paling relevan adalah Risiko infeksi (akibat penurunan CD4), Defisit nutrisi (akibat hipermetabolisme dan gangguan asupan), serta Ketidakpatuhan terhadap regimen ARV. Diagnosa lain yang sering muncul meliputi ansietas, harga diri rendah akibat stigma, dan diare kronis.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999