Lewati ke konten utama

Asuhan Keperawatan (Askep) Hernia

⚕️ Catatan: Konten ini adalah materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Bukan pengganti penilaian klinis profesional. Setiap asuhan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

Pengertian Hernia

Hernia adalah penonjolan (protrusi) isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan, paling sering berupa protrusi organ intraabdomen (umumnya usus halus atau omentum) melalui defek pada dinding abdomen. Hernia tersusun atas tiga komponen, yaitu kantong hernia (peritoneum), isi hernia (organ yang menonjol), dan pintu/cincin hernia (defek dinding). Berdasarkan lokasi anatomisnya, hernia abdomen dikelompokkan menjadi hernia inguinalis (paling sering, terbagi atas direk/medialis dan indirek/lateralis), hernia femoralis (lebih sering pada wanita dan berisiko tinggi strangulasi), serta hernia umbilikalis. Secara klinis, hernia dibedakan menjadi reponibel (isi dapat dimasukkan kembali ke rongga abdomen), ireponibel/akreta (tidak dapat dimasukkan kembali namun belum ada gangguan vaskular), inkarserata (terjepit disertai gangguan pasase isi usus/obstruksi), dan strangulata (terjepit disertai gangguan vaskularisasi sehingga terjadi iskemia hingga nekrosis isi hernia, merupakan kondisi kegawatan bedah). Penanganan definitif hernia adalah pembedahan berupa herniotomi (pemotongan kantong hernia) dan hernioraphy/hernioplasti (perbaikan dinding, dapat menggunakan mesh).

Etiologi (Penyebab)

Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)

Pengkajian Keperawatan

Data yang dikaji perawat pada pasien Hernia:

Diagnosa & Intervensi Keperawatan

Berikut diagnosa keperawatan utama Hernia (SDKI) beserta intervensi (SIKI):

1. Nyeri akut b.d agen pencedera fisik (penekanan/penjepitan isi hernia atau insisi pembedahan) d.d pasien mengeluh nyeri, tampak meringis, dan bersikap protektif

Intervensi Keperawatan:

2. Risiko infeksi b.d efek prosedur invasif (luka insisi pembedahan herniotomi/hernioraphy)

Intervensi Keperawatan:

3. Defisit pengetahuan b.d kurang terpapar informasi tentang penyakit dan perawatan pasca-operasi d.d pasien menanyakan masalah yang dihadapi dan menunjukkan perilaku tidak sesuai anjuran

Intervensi Keperawatan:

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi menggunakan format SOAP: data Subjektif (mis. pasien melaporkan nyeri berkurang dari skala 6 menjadi 2) dan Objektif (mis. wajah rileks, luka operasi kering tanpa tanda infeksi, tanda vital stabil) dinilai terhadap kriteria SLKI, kemudian disusun Assessment (masalah teratasi/teratasi sebagian/belum teratasi) dan Planning (lanjutkan, modifikasi, atau hentikan intervensi). Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.

Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Apendisitis · Askep Fraktur · Askep Nyeri Akut · Daftar Askep Lengkap

Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?

Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ) Askep Hernia

Apa perbedaan hernia inkarserata dan strangulata?

Inkarserata adalah hernia yang terjepit sehingga isinya tidak dapat dikembalikan dan terjadi gangguan pasase usus (obstruksi), namun aliran darah masih ada. Strangulata lebih berat: penjepitan sudah mengganggu vaskularisasi sehingga isi hernia mengalami iskemia hingga nekrosis. Strangulata merupakan kegawatan bedah yang ditandai nyeri hebat, benjolan tegang-kemerahan, dan memerlukan operasi segera.

Apa perbedaan tindakan herniotomi dan hernioraphy?

Herniotomi adalah tindakan membebaskan dan memotong kantong hernia (eksisi kantong). Hernioraphy (hernioplasti) adalah tindakan memperbaiki dan memperkuat dinding abdomen pada defek/cincin hernia, sering menggunakan jahitan atau pemasangan mesh. Pada praktiknya kedua tindakan biasanya dikerjakan bersamaan dalam satu operasi perbaikan hernia.

Mengapa pasien hernia pasca-operasi dilarang mengejan dan mengangkat beban berat?

Mengejan dan mengangkat beban berat meningkatkan tekanan intraabdomen secara mendadak. Tekanan ini dapat menekan area perbaikan dinding yang belum sembuh sempurna, sehingga berisiko menyebabkan jahitan terlepas, gangguan penyembuhan luka, serta kekambuhan (rekurensi) hernia. Karena itu pasien dianjurkan mencegah konstipasi, menahan luka saat batuk, dan membatasi aktivitas berat selama masa pemulihan.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999