Lewati ke konten utama

Asuhan Keperawatan (Askep) Glaukoma

⚕️ Catatan: Konten ini adalah materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Bukan pengganti penilaian klinis profesional. Setiap asuhan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

Pengertian Glaukoma

Glaukoma adalah sekelompok penyakit mata yang ditandai kerusakan progresif saraf optik (neuropati optik) dan defek lapang pandang, yang umumnya berkaitan dengan peningkatan tekanan intraokular (TIO) di atas nilai normal (10-21 mmHg). Peningkatan TIO terjadi akibat gangguan keseimbangan antara produksi humor akuos oleh korpus siliaris dan pengalirannya (outflow) melalui trabecular meshwork serta kanal Schlemm. Secara klinis dibedakan menjadi glaukoma sudut terbuka (kronik, progresif lambat, sering tanpa gejala awal) dan glaukoma sudut tertutup akut (kegawatan mata dengan nyeri hebat mendadak, mata merah, dan penurunan tajam penglihatan). Kerusakan saraf optik bersifat permanen, sehingga tujuan terapi adalah mempertahankan sisa penglihatan dengan mengontrol TIO seumur hidup.

Etiologi (Penyebab)

Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)

Pengkajian Keperawatan

Data yang dikaji perawat pada pasien Glaukoma:

Diagnosa & Intervensi Keperawatan

Berikut diagnosa keperawatan utama Glaukoma (SDKI) beserta intervensi (SIKI):

1. Gangguan persepsi sensori (penglihatan) b.d gangguan penghantaran impuls saraf optik akibat peningkatan TIO d.d penurunan lapang pandang dan ketajaman penglihatan

Intervensi Keperawatan:

2. Nyeri akut b.d peningkatan tekanan intraokular mendadak d.d pasien mengeluh nyeri mata dan kepala hebat, mual, serta mata merah

Intervensi Keperawatan:

3. Risiko jatuh dibuktikan dengan gangguan penglihatan (penyempitan lapang pandang dan penurunan ketajaman penglihatan)

Intervensi Keperawatan:

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi menggunakan format SOAP: S (pasien melaporkan nyeri berkurang/skala turun dan paham cara meneteskan obat), O (TIO menurun mendekati 10-21 mmHg, tidak ada cedera/jatuh, mampu beraktivitas aman), A (masalah teratasi sebagian/teratasi), P (lanjutkan kontrol TIO, pemantauan lapang pandang, dan penguatan kepatuhan terapi seumur hidup). Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.

Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Katarak · Askep Nyeri Akut · Askep Diabetes Melitus · Daftar Askep Lengkap

Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?

Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ) Askep Glaukoma

Apakah penglihatan yang hilang akibat glaukoma bisa kembali?

Tidak. Kerusakan saraf optik dan kehilangan lapang pandang pada glaukoma bersifat permanen (ireversibel). Terapi bertujuan menurunkan dan mengontrol TIO agar kerusakan tidak bertambah parah, bukan memulihkan penglihatan yang sudah hilang. Karena itu deteksi dini sangat penting.

Mengapa tetes mata glaukoma tidak boleh dihentikan sendiri?

Tetes mata glaukoma harus dipakai seumur hidup untuk mempertahankan TIO tetap terkontrol. Menghentikannya sendiri membuat TIO naik kembali dan mempercepat kerusakan saraf optik secara permanen. Pasien harus tetap memakai obat meski tidak ada keluhan, sebab glaukoma kronik sering tanpa gejala.

Apa perbedaan glaukoma sudut terbuka dan sudut tertutup akut?

Sudut terbuka bersifat kronik, progresif lambat, dan sering tanpa gejala hingga lapang pandang menyempit (tunnel vision). Sudut tertutup akut adalah kegawatan mata: nyeri hebat mendadak, mata merah, melihat halo, mual-muntah, dan penurunan penglihatan tiba-tiba akibat TIO yang melonjak tinggi, sehingga butuh penanganan segera.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999