Lewati ke konten utama

Asuhan Keperawatan (Askep) Katarak

⚕️ Catatan: Konten ini adalah materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Bukan pengganti penilaian klinis profesional. Setiap asuhan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

Pengertian Katarak

Katarak adalah kondisi kekeruhan (opasitas) pada lensa kristalina mata yang normalnya bening dan transparan, sehingga menghambat masuknya cahaya ke retina dan menurunkan ketajaman penglihatan secara bertahap. Kekeruhan terjadi akibat denaturasi dan agregasi protein lensa (kristalin) serta gangguan keseimbangan cairan lensa, paling sering karena proses degeneratif (penuaan). Katarak merupakan penyebab kebutaan yang dapat dipulihkan (kebutaan reversibel melalui pembedahan) nomor satu di dunia maupun di Indonesia, dengan satu-satunya terapi definitif berupa pembedahan ekstraksi lensa keruh dan penggantian dengan lensa intraokular (IOL).

Etiologi (Penyebab)

Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)

Pengkajian Keperawatan

Data yang dikaji perawat pada pasien Katarak:

Diagnosa & Intervensi Keperawatan

Berikut diagnosa keperawatan utama Katarak (SDKI) beserta intervensi (SIKI):

1. Gangguan persepsi sensori (penglihatan) b.d gangguan penerimaan sensori akibat kekeruhan lensa d.d penurunan tajam penglihatan dan distorsi sensori (silau, pandangan kabur)

Intervensi Keperawatan:

2. Risiko jatuh b.d gangguan penglihatan (penurunan tajam penglihatan dan persepsi kedalaman)

Intervensi Keperawatan:

3. Risiko infeksi b.d efek prosedur invasif (pembedahan mata/pemasangan IOL) dan ketidakadekuatan pertahanan tubuh primer

Intervensi Keperawatan:

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi disusun dengan format SOAP: S (Subjektif) pasien melaporkan penglihatan membaik, silau berkurang, dan tidak nyeri; O (Objektif) visus meningkat, tidak ada tanda infeksi (mata tenang, tidak ada sekret), pasien tidak jatuh; A (Analisis) masalah gangguan persepsi sensori teratasi sebagian dan risiko jatuh/infeksi tidak terjadi; P (Perencanaan) lanjutkan edukasi perawatan mata di rumah dan jadwal kontrol pasca-bedah. Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.

Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Diabetes Melitus · Askep Nyeri Akut · Askep Ansietas (Kecemasan) · Daftar Askep Lengkap

Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?

Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ) Askep Katarak

Apa perbedaan operasi fakoemulsifikasi dan ECCE pada katarak?

Fakoemulsifikasi menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan lensa keruh lalu disedot melalui insisi kecil (sekitar 2-3 mm) sehingga pemulihan lebih cepat dan biasanya tanpa jahitan. ECCE (Extracapsular Cataract Extraction) mengeluarkan inti lensa secara utuh melalui insisi lebih besar (sekitar 10-12 mm) sehingga memerlukan jahitan dan pemulihan lebih lama. Pada keduanya, kapsul posterior lensa dipertahankan sebagai tempat menanam IOL.

Apa diagnosa keperawatan utama pada pasien katarak?

Pre-operasi, diagnosa utama umumnya adalah Gangguan Persepsi Sensori (Penglihatan), Risiko Jatuh, dan Ansietas. Pasca-operasi, prioritas bergeser ke Risiko Infeksi, Risiko Cedera, dan Nyeri Akut. Pemilihan diagnosa disesuaikan dengan fase perawatan dan data hasil pengkajian pasien.

Apa saja edukasi penting untuk pasien setelah operasi katarak?

Pasien dianjurkan tidak mengucek atau menekan mata, menghindari membungkuk dan mengangkat beban berat, menggunakan pelindung mata (eye shield) saat tidur, memakai obat tetes mata sesuai jadwal dengan teknik bersih, menjaga mata tetap kering, serta segera melapor bila timbul nyeri hebat, mata merah, atau penglihatan mendadak menurun (tanda komplikasi seperti endoftalmitis).

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999