Asuhan Keperawatan (Askep) Katarak
Pengertian Katarak
Katarak adalah kondisi kekeruhan (opasitas) pada lensa kristalina mata yang normalnya bening dan transparan, sehingga menghambat masuknya cahaya ke retina dan menurunkan ketajaman penglihatan secara bertahap. Kekeruhan terjadi akibat denaturasi dan agregasi protein lensa (kristalin) serta gangguan keseimbangan cairan lensa, paling sering karena proses degeneratif (penuaan). Katarak merupakan penyebab kebutaan yang dapat dipulihkan (kebutaan reversibel melalui pembedahan) nomor satu di dunia maupun di Indonesia, dengan satu-satunya terapi definitif berupa pembedahan ekstraksi lensa keruh dan penggantian dengan lensa intraokular (IOL).
Etiologi (Penyebab)
- Proses degeneratif/penuaan (katarak senilis) sebagai penyebab terbanyak, umumnya usia >50 tahun
- Penyakit metabolik, terutama diabetes melitus (hiperglikemia kronik mempercepat kekeruhan lensa)
- Kongenital (katarak sejak lahir) akibat infeksi TORCH atau kelainan genetik
- Trauma mata (tumpul maupun tajam/penetrasi) menyebabkan katarak traumatik
- Paparan radiasi sinar ultraviolet, radiasi pengion, dan merokok dalam jangka panjang
- Penggunaan obat jangka panjang, terutama kortikosteroid, serta komplikasi penyakit mata lain (uveitis, glaukoma)
Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)
- Penurunan tajam penglihatan secara bertahap dan tidak nyeri (painless gradual visual loss)
- Pandangan kabur atau berkabut seperti melihat melalui kaca berembun
- Silau (glare) terutama saat melihat cahaya terang atau lampu kendaraan di malam hari
- Penglihatan ganda pada satu mata (diplopia monokular)
- Warna tampak memudar atau kekuningan
- Sering mengganti ukuran kacamata namun tidak membaik
- Tampak bercak putih keabuan pada pupil (leukokoria) pada katarak matur
- Kesulitan melihat pada malam hari dan butuh penerangan lebih terang saat membaca
Pengkajian Keperawatan
Data yang dikaji perawat pada pasien Katarak:
- Riwayat penurunan penglihatan: onset, durasi, progresivitas, mata yang terkena, keluhan silau
- Pemeriksaan tajam penglihatan (visus) menggunakan Snellen chart pada kedua mata
- Riwayat penyakit penyerta: diabetes melitus, hipertensi, glaukoma, dan riwayat trauma mata
- Riwayat penggunaan obat (kortikosteroid) dan kebiasaan (merokok, paparan UV)
- Pengkajian risiko jatuh: kemampuan mobilisasi, lingkungan, alat bantu jalan, riwayat jatuh
- Tingkat kemandirian dalam aktivitas sehari-hari (ADL) akibat keterbatasan penglihatan
- Status psikologis: tingkat kecemasan, pengetahuan, dan harapan terhadap pembedahan
- Pasca-bedah: tanda infeksi/peradangan (nyeri hebat, kemerahan, sekret, penurunan visus mendadak), tekanan intraokular, dan kepatuhan penggunaan obat tetes mata
Diagnosa & Intervensi Keperawatan
Berikut diagnosa keperawatan utama Katarak (SDKI) beserta intervensi (SIKI):
1. Gangguan persepsi sensori (penglihatan) b.d gangguan penerimaan sensori akibat kekeruhan lensa d.d penurunan tajam penglihatan dan distorsi sensori (silau, pandangan kabur)
Intervensi Keperawatan:
- Identifikasi tingkat ketajaman penglihatan dan dampaknya terhadap aktivitas pasien (observasi)
- Monitor perubahan status penglihatan, terutama pasca-bedah (visus mendadak menurun, nyeri) (observasi)
- Atur lingkungan untuk meminimalkan risiko: pencahayaan adekuat, singkirkan benda penghalang, dekatkan barang yang sering digunakan (terapeutik)
- Orientasikan pasien terhadap lingkungan dan posisi benda di sekitarnya (terapeutik)
- Ajarkan penggunaan alat bantu penglihatan dan teknik adaptasi, serta anjurkan menggunakan kacamata pelindung pasca-bedah (edukasi)
2. Risiko jatuh b.d gangguan penglihatan (penurunan tajam penglihatan dan persepsi kedalaman)
Intervensi Keperawatan:
- Identifikasi faktor risiko jatuh menggunakan skala (mis. Morse Fall Scale) dan kaji lingkungan (observasi)
- Pasang pengaman tempat tidur (side rail) dan pastikan bel panggilan mudah dijangkau (terapeutik)
- Sediakan lingkungan aman: lantai tidak licin, penerangan cukup, alat bantu jalan tersedia (terapeutik)
- Dampingi pasien saat mobilisasi dan ambulasi, terutama segera pasca-operasi (terapeutik)
- Anjurkan pasien meminta bantuan saat berpindah dan menggunakan alas kaki anti-selip (edukasi)
3. Risiko infeksi b.d efek prosedur invasif (pembedahan mata/pemasangan IOL) dan ketidakadekuatan pertahanan tubuh primer
Intervensi Keperawatan:
- Monitor tanda dan gejala infeksi lokal: nyeri bertambah, kemerahan, edema, sekret purulen, penurunan visus mendadak (waspada endoftalmitis) (observasi)
- Pertahankan teknik aseptik saat merawat luka dan memberikan obat tetes mata (terapeutik)
- Lakukan kebersihan tangan dan ajarkan pasien cuci tangan sebelum menyentuh area mata (terapeutik)
- Edukasi pasien menghindari mengucek/menekan mata, menjaga mata tetap kering, dan tidak membungkuk berlebihan (edukasi)
- Kolaborasi pemberian antibiotik tetes/oral dan kortikosteroid topikal sesuai program medis (kolaborasi)
Evaluasi Keperawatan
Evaluasi disusun dengan format SOAP: S (Subjektif) pasien melaporkan penglihatan membaik, silau berkurang, dan tidak nyeri; O (Objektif) visus meningkat, tidak ada tanda infeksi (mata tenang, tidak ada sekret), pasien tidak jatuh; A (Analisis) masalah gangguan persepsi sensori teratasi sebagian dan risiko jatuh/infeksi tidak terjadi; P (Perencanaan) lanjutkan edukasi perawatan mata di rumah dan jadwal kontrol pasca-bedah. Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.
Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Diabetes Melitus · Askep Nyeri Akut · Askep Ansietas (Kecemasan) · Daftar Askep Lengkap
Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?
Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.
📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3Pertanyaan Umum (FAQ) Askep Katarak
Apa perbedaan operasi fakoemulsifikasi dan ECCE pada katarak?
Fakoemulsifikasi menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan lensa keruh lalu disedot melalui insisi kecil (sekitar 2-3 mm) sehingga pemulihan lebih cepat dan biasanya tanpa jahitan. ECCE (Extracapsular Cataract Extraction) mengeluarkan inti lensa secara utuh melalui insisi lebih besar (sekitar 10-12 mm) sehingga memerlukan jahitan dan pemulihan lebih lama. Pada keduanya, kapsul posterior lensa dipertahankan sebagai tempat menanam IOL.
Apa diagnosa keperawatan utama pada pasien katarak?
Pre-operasi, diagnosa utama umumnya adalah Gangguan Persepsi Sensori (Penglihatan), Risiko Jatuh, dan Ansietas. Pasca-operasi, prioritas bergeser ke Risiko Infeksi, Risiko Cedera, dan Nyeri Akut. Pemilihan diagnosa disesuaikan dengan fase perawatan dan data hasil pengkajian pasien.
Apa saja edukasi penting untuk pasien setelah operasi katarak?
Pasien dianjurkan tidak mengucek atau menekan mata, menghindari membungkuk dan mengangkat beban berat, menggunakan pelindung mata (eye shield) saat tidur, memakai obat tetes mata sesuai jadwal dengan teknik bersih, menjaga mata tetap kering, serta segera melapor bila timbul nyeri hebat, mata merah, atau penglihatan mendadak menurun (tanda komplikasi seperti endoftalmitis).
