Lewati ke konten utama

Asuhan Keperawatan (Askep) Defisit Perawatan Diri (DPD)

⚕️ Catatan: Konten ini adalah materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Bukan pengganti penilaian klinis profesional. Setiap asuhan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

Pengertian Defisit Perawatan Diri (DPD)

Defisit Perawatan Diri (DPD) adalah ketidakmampuan melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri secara mandiri yang mencakup empat area pokok, yaitu kebersihan diri/mandi, berpakaian dan berhias (berdandan), makan, serta eliminasi atau toileting (BAB/BAK). Dalam konteks keperawatan jiwa, DPD umumnya merupakan dampak dari gangguan jiwa seperti skizofrenia, gangguan depresi berat, atau kondisi yang menurunkan minat dan motivasi (anhedonia, abulia), sehingga klien kehilangan inisiatif untuk merawat dirinya. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan harga diri, risiko infeksi, dan gangguan citra tubuh, sehingga membutuhkan intervensi keperawatan berupa latihan kemampuan perawatan diri yang dilakukan secara bertahap dan terjadwal.

Etiologi (Penyebab)

Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)

Pengkajian Keperawatan

Data yang dikaji perawat pada pasien Defisit Perawatan Diri (DPD):

Diagnosa & Intervensi Keperawatan

Berikut diagnosa keperawatan utama Defisit Perawatan Diri (DPD) (SDKI) beserta intervensi (SIKI):

1. Defisit perawatan diri b.d penurunan motivasi/minat d.d menolak melakukan perawatan diri, tidak mampu mandi/mengenakan pakaian/makan/ke toilet secara mandiri, minat melakukan perawatan diri kurang

Intervensi Keperawatan:

2. Harga diri rendah kronis b.d gangguan psikiatri/perasaan tidak dihargai berulang d.d klien menilai diri negatif, tampak malu, menghindari kontak mata, enggan merawat penampilan diri

Intervensi Keperawatan:

3. Risiko infeksi d.d ketidakadekuatan higiene (kebersihan kulit, mulut, dan area eliminasi tidak terjaga, kuku panjang/kotor)

Intervensi Keperawatan:

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi menggunakan format SOAP: S (klien mengatakan sudah mau dan mampu mandi, berdandan, makan, dan ke toilet secara mandiri), O (klien tampak bersih, rapi, rambut tersisir, kuku pendek dan bersih, mampu memperagakan perawatan diri sesuai jadwal), A (masalah defisit perawatan diri teratasi sebagian/teratasi), P (lanjutkan latihan perawatan diri pada area berikutnya dan pertahankan jadwal kegiatan harian). Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.

Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Halusinasi · Askep Harga Diri Rendah · Askep Waham · Daftar Askep Lengkap

Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?

Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ) Askep Defisit Perawatan Diri (DPD)

Apa saja 4 area pada Defisit Perawatan Diri (DPD)?

Empat area DPD adalah: (1) kebersihan diri/mandi, (2) berpakaian dan berhias (berdandan), (3) makan, dan (4) eliminasi atau toileting (BAB/BAK). Perawat mengkaji kemampuan klien pada keempat area ini untuk menentukan tingkat kemandirian dan kebutuhan latihan.

Apa kode SDKI untuk diagnosa Defisit Perawatan Diri?

Defisit Perawatan Diri memiliki kode SDKI D.0109, termasuk kategori perilaku dengan subkategori kebersihan diri. Luaran (SLKI) yang digunakan adalah Perawatan Diri (L.11103), dan intervensi utama (SIKI) adalah Dukungan Perawatan Diri (I.11348).

Bagaimana urutan SP (Strategi Pelaksanaan) DPD?

SP DPD melatih klien secara bertahap sesuai keempat area: SP1 melatih kebersihan diri/mandi, SP2 melatih berdandan/berhias, SP3 melatih makan secara mandiri, dan SP4 melatih BAB/BAK (toileting). Setiap kemampuan yang dikuasai dimasukkan ke jadwal kegiatan harian dan diberi pujian.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999