Lewati ke konten utama

Pemberian Transfusi Darah: Prosedur & Langkah-Langkah

⚕️ Catatan: Materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Prosedur klinis harus dilakukan oleh tenaga terlatih sesuai SOP institusi & supervisi yang berlaku.

Pengertian Pemberian Transfusi Darah

Pemberian transfusi darah adalah tindakan memasukkan komponen darah (seperti Packed Red Cells/PRC, Whole Blood/WB, Trombosit/TC, atau Fresh Frozen Plasma/FFP) dari donor ke dalam sirkulasi pasien melalui akses intravena, sesuai instruksi dokter dan hasil pemeriksaan golongan darah serta uji kecocokan (crossmatch). Prosedur ini bertujuan mengganti atau menambah komponen darah yang kurang dan tergolong tindakan berisiko tinggi sehingga menuntut verifikasi kecocokan ganda oleh dua perawat di sisi pasien, penggunaan set transfusi ber-filter, kepatuhan pada batas waktu penyimpanan dingin (cold chain), serta observasi ketat terhadap reaksi transfusi.

Tujuan

Indikasi

Persiapan Alat

Prosedur & Langkah-Langkah

  1. Verifikasi instruksi dokter, lengkapi informed consent, dan pastikan hasil pemeriksaan golongan darah serta crossmatch yang kompatibel tersedia.
  2. Cuci tangan 6 langkah, kenakan sarung tangan, lalu lakukan identifikasi pasien (nama, tanggal lahir, nomor RM) dan jelaskan tujuan serta prosedur transfusi kepada pasien/keluarga.
  3. Ukur dan catat tanda vital awal (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan, dan saturasi) sebagai data dasar (baseline) sebelum transfusi; tunda dan laporkan bila suhu tinggi/demam.
  4. Ambil kantong darah dari bank darah/penyimpanan dingin tepat sebelum dipakai (jangan menyimpan di kulkas biasa di ruangan), lalu lakukan verifikasi kecocokan ganda (double check) oleh 2 perawat di sisi pasien: cocokkan identitas pasien dengan label kantong, golongan darah ABO-Rh pasien dan donor, hasil crossmatch yang kompatibel, nomor/seri kantong, jenis komponen, tanggal kadaluarsa, serta kondisi fisik darah (tidak ada gumpalan, perubahan warna, atau kebocoran).
  5. Pastikan akses intravena paten; bila belum ada, pasang IV kateter ukuran sesuai (umumnya 18-20 G dewasa) pada vena yang adekuat.
  6. Siapkan blood set ber-filter, isi (priming) selang dengan NaCl 0,9%, dan keluarkan udara dari selang; jangan mencampur darah dengan cairan selain NaCl 0,9% atau obat apa pun.
  7. Hubungkan blood set ke kantong darah, jaga teknik aseptik, lalu sambungkan ke akses IV pasien; transfusi harus dimulai dalam 30 menit setelah darah dikeluarkan dari penyimpanan dingin.
  8. Mulai transfusi dengan tetesan lambat sekitar 1-2 mL/menit (kurang lebih 60-120 mL/jam, mis. ~15-30 tetes/menit pada blood set 15 tetes/mL) pada 15 menit pertama sambil tetap berada di samping pasien.
  9. Lakukan observasi ketat selama 15 menit pertama; amati tanda reaksi transfusi seperti demam, menggigil, urtikaria/gatal, sesak napas, nyeri pinggang/dada, mual, atau perubahan tanda vital.
  10. Bila tidak ada reaksi, sesuaikan kecepatan tetesan sesuai instruksi sehingga 1 unit selesai dalam batas maksimal 4 jam untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
  11. Pantau dan catat tanda vital secara berkala (mis. setelah 15 menit pertama, lalu tiap 30 menit-1 jam, dan saat selesai) hingga transfusi selesai sesuai kebijakan unit.
  12. Bila timbul reaksi transfusi: STOP transfusi segera, pertahankan jalur IV dengan NaCl 0,9% melalui selang baru untuk mempertahankan akses, laporkan ke dokter, dan simpan sisa kantong darah serta selang untuk diperiksa.
  13. Setelah 1 unit selesai, bilas selang dengan NaCl 0,9% bila akan dilanjutkan unit berikutnya, atau hentikan dan tutup akses sesuai instruksi.
  14. Rapikan alat, buang bahan habis pakai ke tempat sampah medis/safety box, lepas sarung tangan, dan cuci tangan 6 langkah.
  15. Dokumentasikan jenis dan jumlah komponen darah, nomor kantong, waktu mulai dan selesai, tanda vital berkala, respons pasien, serta ada/tidaknya reaksi transfusi pada rekam medis dan lembar observasi.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Lihat juga: Pemasangan Infus · Tanda-Tanda Vital (TTV) · Balance Cairan (Intake Output) · Daftar Tindakan Keperawatan · Contoh Askep

Mau Terampil Tindakan Keperawatan?

Latih skill klinis di lab modern + praktik 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa transfusi darah harus dicek oleh 2 perawat (double check)?

Karena kesalahan identifikasi pasien atau ketidakcocokan golongan ABO-Rh dapat memicu reaksi hemolitik akut yang berakibat fatal. Verifikasi ganda di sisi pasien memastikan identitas pasien, golongan darah, hasil crossmatch, nomor kantong, jenis komponen, kadaluarsa, dan kondisi darah benar-benar cocok sebelum transfusi dimulai.

Mengapa hanya boleh memakai NaCl 0,9% dan tidak boleh cairan lain saat transfusi?

NaCl 0,9% isotonik dan tidak merusak sel darah. Cairan seperti dekstrosa dapat menyebabkan sel darah menggumpal/lisis (hemolisis), sedangkan Ringer Laktat mengandung kalsium yang dapat memicu pembekuan dalam selang. Karena itu darah tidak boleh dicampur dengan cairan selain NaCl 0,9% maupun obat apa pun.

Apa yang harus dilakukan perawat bila pasien mengalami reaksi transfusi?

Segera STOP transfusi, pertahankan jalur IV dengan NaCl 0,9% melalui selang baru untuk menjaga akses, lapor dokter, observasi dan catat tanda vital serta gejala (demam, menggigil, urtikaria, sesak, nyeri pinggang), simpan sisa kantong darah dan selang untuk pemeriksaan, lalu lanjutkan penanganan sesuai instruksi dokter.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999