Perekaman EKG (Elektrokardiogram): Prosedur & Langkah-Langkah
Pengertian Perekaman EKG (Elektrokardiogram)
Perekaman EKG (Elektrokardiogram) adalah tindakan merekam aktivitas listrik jantung dari permukaan tubuh menggunakan elektroda untuk menghasilkan grafik 12 sadapan (lead). Sepuluh elektroda dasar terdiri atas 4 elektroda ekstremitas dan 6 elektroda prekordial (dada), yang bersama-sama menghasilkan 6 sadapan ekstremitas (I, II, III, aVR, aVL, aVF) dan 6 sadapan prekordial (V1-V6) sehingga total 12 sadapan. Hasil rekaman digunakan tenaga kesehatan untuk menilai irama, frekuensi, dan konduksi listrik jantung serta mendeteksi kelainan seperti aritmia, iskemia, infark, dan gangguan elektrolit. Perawat bertanggung jawab menyiapkan pasien, memasang elektroda secara anatomis tepat, dan menghasilkan rekaman bebas artefak untuk interpretasi yang akurat.
Tujuan
- Merekam aktivitas listrik jantung dalam 12 sadapan untuk evaluasi fungsi jantung
- Mendeteksi gangguan irama (aritmia), frekuensi, dan konduksi listrik jantung
- Membantu menegakkan diagnosis iskemia, infark miokard, dan gangguan jantung lain
- Memantau efek terapi obat jantung serta gangguan elektrolit (mis. kalium)
- Menyediakan data dasar (baseline) dan pemantauan perkembangan kondisi jantung pasien
Indikasi
- Pasien dengan keluhan nyeri dada, sesak napas, atau berdebar (palpitasi)
- Dugaan sindrom koroner akut, iskemia, atau infark miokard
- Pasien dengan aritmia atau gangguan irama jantung
- Pemantauan pasien sebelum, selama, atau sesudah tindakan/operasi
- Pemantauan efek obat jantung dan gangguan elektrolit (mis. hiperkalemia)
- Pemeriksaan jantung rutin atau atas indikasi pemeriksaan fisik
Persiapan Alat
- Mesin EKG lengkap dengan kabel pasien, kabel listrik, dan kabel ground
- Elektroda ekstremitas (4 buah, tipe klip/plat) dan elektroda prekordial (6 buah, tipe balon hisap/elektroda sekali pakai)
- Jeli/gel EKG (atau elektroda perekat sekali pakai yang sudah mengandung gel)
- Kertas EKG (cek ketersediaan dan pastikan terpasang)
- Kapas alkohol/kasa untuk membersihkan kulit
- Tisu atau handuk kecil untuk membersihkan sisa jeli
- Bengkok/nierbekken
- Pisau cukur sekali pakai (bila area pemasangan elektroda berbulu lebat)
- Sarung tangan bersih
- Sampiran/tirai untuk menjaga privasi pasien
- Alat tulis/komputer dan formulir untuk dokumentasi
- Cairan pembersih tangan/handrub dan akses cuci tangan
Prosedur & Langkah-Langkah
- Lakukan kebersihan tangan (cuci tangan 6 langkah) dan siapkan seluruh alat di dekat pasien; pastikan kertas EKG cukup dan mesin berfungsi
- Identifikasi pasien dengan benar (minimal 2 identitas: nama dan tanggal lahir) dan cek instruksi pemeriksaan
- Jelaskan tujuan dan prosedur EKG kepada pasien, tegaskan tindakan tidak menimbulkan sengatan listrik/nyeri, dan minta persetujuan (informed consent)
- Jaga privasi pasien dengan memasang sampiran/tirai, lalu pasang sarung tangan bersih
- Atur posisi pasien berbaring telentang (supine) senyaman mungkin, minta pasien rileks, tidak berbicara, dan tidak menggerakkan badan untuk meminimalkan artefak
- Buka pakaian pada area dada, kedua pergelangan tangan, dan kedua pergelangan kaki; lepaskan benda logam/perhiasan dan jauhkan ponsel/sumber listrik yang dapat mengganggu sinyal
- Bersihkan kulit area pemasangan dengan kapas alkohol, keringkan, dan cukur bila berbulu lebat agar kontak elektroda optimal
- Beri jeli secukupnya pada area elektroda lalu pasang elektroda ekstremitas pada bagian datar berdaging (hindari tonjolan tulang): RA (merah) di pergelangan tangan kanan, LA (kuning) di pergelangan tangan kiri, RL (hitam/ground) di pergelangan kaki kanan, LL (hijau) di pergelangan kaki kiri; pastikan RA dan LA tidak tertukar
- Pasang elektroda prekordial sesuai anatomi: V1 di ICS 4 tepi kanan sternum; V2 di ICS 4 tepi kiri sternum; V4 di ICS 5 garis midklavikula kiri; V3 di antara V2 dan V4 (posisi diagonal, lebih tinggi dari V4); V5 di garis aksila anterior kiri sejajar V4; V6 di garis midaksila kiri sejajar V4 (V4-V6 berada pada satu garis horizontal, bukan naik mengikuti tulang rusuk)
- Pastikan semua sambungan kabel sesuai warna/label dan tidak ada elektroda yang lepas atau saling bersentuhan
- Nyalakan mesin EKG, masukkan identitas pasien, set kecepatan kertas 25 mm/detik dan kalibrasi 10 mm/mV, lalu cek tampilan sinyal bebas artefak sebelum merekam
- Minta pasien tetap diam dan bernapas tenang, kemudian rekam 12 sadapan; ulangi bila terdapat artefak, baseline bergoyang, atau gambaran tidak jelas
- Setelah selesai, pastikan rekaman lengkap dan terbaca; lepaskan elektroda dengan hati-hati dan bersihkan sisa jeli pada kulit pasien
- Rapikan kembali pakaian dan posisi pasien, bereskan dan bersihkan alat, lepas sarung tangan, lalu lakukan kebersihan tangan
- Beri identitas lengkap pada hasil rekaman (nama, tanggal lahir, tanggal/jam perekaman) dan laporkan/serahkan kepada dokter; segera laporkan bila ditemukan gambaran mengancam jiwa
- Dokumentasikan tindakan, kondisi pasien, indikasi, dan respons pasien pada rekam medis
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Ketepatan letak elektroda menentukan akurasi hasil; salah posisi (terutama prekordial dan tertukarnya elektroda ekstremitas RA/LA) dapat menyebabkan misdiagnosis seperti pseudo-infark atau aksis terbalik
- V1-V2 berada di ICS 4 dan V4 di ICS 5; V4-V6 mengikuti satu garis horizontal yang sama (sejajar V4), bukan naik mengikuti iga. V3 ditempatkan di antara V2 dan V4 sehingga posisinya sedikit lebih tinggi/diagonal, bukan pada garis horizontal V4
- Catatan kode warna: SOP ini memakai standar IEC (RA merah, LA kuning, LL hijau, RL hitam). Bila alat memakai standar AHA (RA putih, LA hitam, LL merah, RL hijau), ikuti label alat agar tidak tertukar
- Pastikan kontak elektroda baik (kulit bersih, jeli cukup, tidak di atas tulang/luka) untuk mencegah artefak dan baseline bergoyang
- Minimalkan artefak: pasien rileks, tidak menggigil/kedinginan, tidak bergerak/bicara, dan jauhkan sumber listrik atau alat elektronik
- Segera laporkan ke dokter bila muncul gambaran mengancam jiwa (mis. VT/VF, blok total/AV blok derajat tinggi, ST elevasi) sambil tetap memantau pasien dan menyiapkan penanganan kegawatan
Lihat juga: Tanda-Tanda Vital (TTV) · Pemeriksaan Fisik · Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) · Daftar Tindakan Keperawatan · Contoh Askep
Mau Terampil Tindakan Keperawatan?
Latih skill klinis di lab modern + praktik 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI.
📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa arti dan urutan warna elektroda ekstremitas pada EKG?
Pada standar IEC yang umum dipakai di Indonesia, elektroda ekstremitas dipasang sesuai kode warna: RA (merah) di pergelangan tangan kanan, LA (kuning) di pergelangan tangan kiri, LL (hijau) di pergelangan kaki kiri, dan RL (hitam) di pergelangan kaki kanan sebagai ground/netral. Catatan: standar AHA memakai warna berbeda (RA putih, LA hitam, LL merah, RL hijau), jadi selalu ikuti label pada alat. Pemasangan terbalik, terutama tertukarnya RA dan LA, dapat membalik gambaran sadapan dan menyebabkan salah interpretasi.
Di mana letak yang tepat untuk elektroda prekordial V1 sampai V6?
V1 di ICS (sela iga) 4 tepi kanan sternum, V2 di ICS 4 tepi kiri sternum, V4 di ICS 5 garis midklavikula kiri, V3 di antara V2 dan V4, V5 di garis aksila anterior kiri sejajar V4, dan V6 di garis midaksila kiri sejajar V4. Penting: V4, V5, dan V6 berada pada satu garis horizontal yang sama (jangan dinaikkan mengikuti lengkung iga), sedangkan V3 berada di antara V2 dan V4 sehingga posisinya sedikit lebih tinggi/diagonal.
Bagaimana cara mengurangi artefak agar hasil EKG bersih dan terbaca?
Pastikan kulit bersih dan kering (usap alkohol, cukur bila berbulu), beri jeli cukup, dan tekan elektroda agar kontak baik. Minta pasien berbaring rileks, tidak bicara, tidak bergerak, dan tidak kedinginan/menggigil (tremor otot menimbulkan artefak). Jauhkan kabel listrik atau alat elektronik di sekitar pasien, pastikan ground terpasang, dan ulangi perekaman bila baseline bergoyang atau gambaran tidak jelas.
