Lewati ke konten utama

Perekaman EKG (Elektrokardiogram): Prosedur & Langkah-Langkah

⚕️ Catatan: Materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Prosedur klinis harus dilakukan oleh tenaga terlatih sesuai SOP institusi & supervisi yang berlaku.

Pengertian Perekaman EKG (Elektrokardiogram)

Perekaman EKG (Elektrokardiogram) adalah tindakan merekam aktivitas listrik jantung dari permukaan tubuh menggunakan elektroda untuk menghasilkan grafik 12 sadapan (lead). Sepuluh elektroda dasar terdiri atas 4 elektroda ekstremitas dan 6 elektroda prekordial (dada), yang bersama-sama menghasilkan 6 sadapan ekstremitas (I, II, III, aVR, aVL, aVF) dan 6 sadapan prekordial (V1-V6) sehingga total 12 sadapan. Hasil rekaman digunakan tenaga kesehatan untuk menilai irama, frekuensi, dan konduksi listrik jantung serta mendeteksi kelainan seperti aritmia, iskemia, infark, dan gangguan elektrolit. Perawat bertanggung jawab menyiapkan pasien, memasang elektroda secara anatomis tepat, dan menghasilkan rekaman bebas artefak untuk interpretasi yang akurat.

Tujuan

Indikasi

Persiapan Alat

Prosedur & Langkah-Langkah

  1. Lakukan kebersihan tangan (cuci tangan 6 langkah) dan siapkan seluruh alat di dekat pasien; pastikan kertas EKG cukup dan mesin berfungsi
  2. Identifikasi pasien dengan benar (minimal 2 identitas: nama dan tanggal lahir) dan cek instruksi pemeriksaan
  3. Jelaskan tujuan dan prosedur EKG kepada pasien, tegaskan tindakan tidak menimbulkan sengatan listrik/nyeri, dan minta persetujuan (informed consent)
  4. Jaga privasi pasien dengan memasang sampiran/tirai, lalu pasang sarung tangan bersih
  5. Atur posisi pasien berbaring telentang (supine) senyaman mungkin, minta pasien rileks, tidak berbicara, dan tidak menggerakkan badan untuk meminimalkan artefak
  6. Buka pakaian pada area dada, kedua pergelangan tangan, dan kedua pergelangan kaki; lepaskan benda logam/perhiasan dan jauhkan ponsel/sumber listrik yang dapat mengganggu sinyal
  7. Bersihkan kulit area pemasangan dengan kapas alkohol, keringkan, dan cukur bila berbulu lebat agar kontak elektroda optimal
  8. Beri jeli secukupnya pada area elektroda lalu pasang elektroda ekstremitas pada bagian datar berdaging (hindari tonjolan tulang): RA (merah) di pergelangan tangan kanan, LA (kuning) di pergelangan tangan kiri, RL (hitam/ground) di pergelangan kaki kanan, LL (hijau) di pergelangan kaki kiri; pastikan RA dan LA tidak tertukar
  9. Pasang elektroda prekordial sesuai anatomi: V1 di ICS 4 tepi kanan sternum; V2 di ICS 4 tepi kiri sternum; V4 di ICS 5 garis midklavikula kiri; V3 di antara V2 dan V4 (posisi diagonal, lebih tinggi dari V4); V5 di garis aksila anterior kiri sejajar V4; V6 di garis midaksila kiri sejajar V4 (V4-V6 berada pada satu garis horizontal, bukan naik mengikuti tulang rusuk)
  10. Pastikan semua sambungan kabel sesuai warna/label dan tidak ada elektroda yang lepas atau saling bersentuhan
  11. Nyalakan mesin EKG, masukkan identitas pasien, set kecepatan kertas 25 mm/detik dan kalibrasi 10 mm/mV, lalu cek tampilan sinyal bebas artefak sebelum merekam
  12. Minta pasien tetap diam dan bernapas tenang, kemudian rekam 12 sadapan; ulangi bila terdapat artefak, baseline bergoyang, atau gambaran tidak jelas
  13. Setelah selesai, pastikan rekaman lengkap dan terbaca; lepaskan elektroda dengan hati-hati dan bersihkan sisa jeli pada kulit pasien
  14. Rapikan kembali pakaian dan posisi pasien, bereskan dan bersihkan alat, lepas sarung tangan, lalu lakukan kebersihan tangan
  15. Beri identitas lengkap pada hasil rekaman (nama, tanggal lahir, tanggal/jam perekaman) dan laporkan/serahkan kepada dokter; segera laporkan bila ditemukan gambaran mengancam jiwa
  16. Dokumentasikan tindakan, kondisi pasien, indikasi, dan respons pasien pada rekam medis

Hal yang Perlu Diperhatikan

Lihat juga: Tanda-Tanda Vital (TTV) · Pemeriksaan Fisik · Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) · Daftar Tindakan Keperawatan · Contoh Askep

Mau Terampil Tindakan Keperawatan?

Latih skill klinis di lab modern + praktik 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa arti dan urutan warna elektroda ekstremitas pada EKG?

Pada standar IEC yang umum dipakai di Indonesia, elektroda ekstremitas dipasang sesuai kode warna: RA (merah) di pergelangan tangan kanan, LA (kuning) di pergelangan tangan kiri, LL (hijau) di pergelangan kaki kiri, dan RL (hitam) di pergelangan kaki kanan sebagai ground/netral. Catatan: standar AHA memakai warna berbeda (RA putih, LA hitam, LL merah, RL hijau), jadi selalu ikuti label pada alat. Pemasangan terbalik, terutama tertukarnya RA dan LA, dapat membalik gambaran sadapan dan menyebabkan salah interpretasi.

Di mana letak yang tepat untuk elektroda prekordial V1 sampai V6?

V1 di ICS (sela iga) 4 tepi kanan sternum, V2 di ICS 4 tepi kiri sternum, V4 di ICS 5 garis midklavikula kiri, V3 di antara V2 dan V4, V5 di garis aksila anterior kiri sejajar V4, dan V6 di garis midaksila kiri sejajar V4. Penting: V4, V5, dan V6 berada pada satu garis horizontal yang sama (jangan dinaikkan mengikuti lengkung iga), sedangkan V3 berada di antara V2 dan V4 sehingga posisinya sedikit lebih tinggi/diagonal.

Bagaimana cara mengurangi artefak agar hasil EKG bersih dan terbaca?

Pastikan kulit bersih dan kering (usap alkohol, cukur bila berbulu), beri jeli cukup, dan tekan elektroda agar kontak baik. Minta pasien berbaring rileks, tidak bicara, tidak bergerak, dan tidak kedinginan/menggigil (tremor otot menimbulkan artefak). Jauhkan kabel listrik atau alat elektronik di sekitar pasien, pastikan ground terpasang, dan ulangi perekaman bila baseline bergoyang atau gambaran tidak jelas.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999