Pemberian Obat (Prinsip 6 Benar): Prosedur & Langkah-Langkah
Pengertian Pemberian Obat (Prinsip 6 Benar)
Pemberian obat adalah tindakan keperawatan memberikan obat kepada pasien sesuai instruksi/resep dokter melalui rute yang ditetapkan (oral, topikal, dan lainnya) dengan menerapkan prinsip 6 benar sebagai standar keselamatan. Prinsip 6 benar mencakup benar pasien, benar obat, benar dosis, benar rute, benar waktu, dan benar dokumentasi; sebagian institusi menambahkan benar informasi (edukasi pasien) dan benar respons (observasi efek). Tujuan utamanya adalah memastikan obat yang tepat sampai ke pasien yang tepat dengan cara dan waktu yang tepat sehingga efek terapeutik tercapai dan kejadian salah obat (medication error) dapat dicegah.
Tujuan
- Memastikan obat diberikan secara tepat dan aman sesuai instruksi dokter
- Mencapai efek terapeutik obat secara optimal
- Mencegah kesalahan pemberian obat (medication error) dan kejadian tidak diharapkan
- Mendeteksi dini reaksi alergi dan efek samping obat
- Mendokumentasikan pemberian obat secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan
Indikasi
- Pasien dengan instruksi/resep terapi obat dari dokter
- Pasien yang memerlukan terapi farmakologis untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnostik
- Pasien yang membutuhkan obat rutin terjadwal maupun obat tambahan (PRN/bila perlu)
- Pasien yang tidak mampu mengelola obatnya sendiri dan membutuhkan bantuan perawat
Persiapan Alat
- Kartu/lembar instruksi obat atau eMAR (electronic Medication Administration Record)
- Obat sesuai resep (oral: tablet/kapsul/sirup; topikal: salep/krim/tetes)
- Baki obat dan tempat obat (medicine cup/sendok takar/spuit oral, bukan spuit injeksi)
- Mortar dan stamper bila tablet perlu digerus (sesuai indikasi, bukan untuk salut enterik/lepas lambat)
- Air minum dan gelas untuk obat oral
- Sarung tangan bersih (terutama untuk obat topikal)
- Kasa/kapas dan pengalas bila diperlukan untuk obat topikal
- Jam/penunjuk waktu untuk memastikan benar waktu pemberian
- Bengkok/nierbeken
- Handrub atau fasilitas cuci tangan
- Wadah/penanda khusus penyimpanan obat high-alert bila relevan
- Buku/lembar dokumentasi dan alat tulis
Prosedur & Langkah-Langkah
- Lakukan kebersihan tangan (cuci tangan 6 langkah/handrub) sesuai standar.
- Verifikasi instruksi/resep dokter: cek nama obat, dosis, rute, waktu, dan frekuensi; pastikan instruksi lengkap, jelas, dan tidak kedaluwarsa, serta cek riwayat alergi pasien pada catatan medis.
- Siapkan obat: cek label obat minimal 3 kali (saat mengambil, saat menyiapkan, saat mengembalikan) dan periksa tanggal kedaluwarsa serta kondisi fisik obat.
- Untuk obat high-alert (mis. insulin, antikoagulan, elektrolit pekat, narkotika), lakukan double-check independen oleh dua perawat dan dokumentasikan.
- Hitung dosis dengan teliti; bila ragu lakukan verifikasi ulang sebelum obat dibawa ke pasien.
- Dekati pasien, ucapkan salam, dan jelaskan prosedur, nama obat, tujuan, serta efek yang mungkin timbul (benar informasi).
- Lakukan identifikasi pasien dengan minimal 2 identitas (nama lengkap dan tanggal lahir/nomor rekam medis) dengan mencocokkan gelang identitas dan menanyakan langsung ke pasien; jangan gunakan nomor kamar/lokasi tempat tidur sebagai identitas.
- Kaji ulang riwayat alergi pasien dan cek gelang/tanda alergi di bedside sebelum memberikan obat; jangan berikan bila ada riwayat alergi terhadap obat tersebut.
- Cek kontraindikasi/parameter yang relevan sebelum pemberian (mis. ukur nadi sebelum digoksin, tekanan darah sebelum antihipertensi, gula darah sebelum insulin); tunda dan konsultasikan ke dokter bila parameter di luar batas aman.
- Pastikan prinsip 6 benar terpenuhi tepat sebelum pemberian: benar pasien, benar obat, benar dosis, benar rute, benar waktu, benar dokumentasi.
- Untuk rute oral: bantu pasien posisi duduk/semi-Fowler, berikan obat satu per satu dengan air yang cukup, dan pastikan obat benar-benar tertelan; jangan menggerus tablet salut enterik/lepas lambat.
- Untuk rute topikal: gunakan sarung tangan, bersihkan dan keringkan area, oleskan obat tipis dan merata sesuai dosis pada area yang tepat, hindari menyentuh obat dengan tangan telanjang.
- Observasi respons pasien terhadap obat: pantau efek terapeutik, efek samping, dan tanda reaksi alergi (gatal, ruam, sesak, bengkak) (benar respons).
- Rapikan pasien dan alat, buang sampah pada tempatnya sesuai prinsip pengelolaan limbah.
- Lakukan kebersihan tangan kembali setelah tindakan.
- Dokumentasikan pemberian obat: nama obat, dosis, rute, waktu pemberian, respons pasien, dan nama/paraf perawat; laporkan segera bila ada efek samping atau obat tidak diberikan beserta alasannya (benar dokumentasi).
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Terapkan prinsip 6 benar secara konsisten dan jangan sekali pun melewatkan identifikasi pasien dengan 2 identitas.
- Lakukan double-check independen oleh dua perawat untuk semua obat high-alert sebelum diberikan.
- Selalu kaji riwayat alergi dan cek parameter/kontraindikasi yang relevan sebelum pemberian; jangan tinggalkan obat di meja pasien dan pastikan obat oral benar-benar tertelan (cegah penolakan/penimbunan obat).
- Jangan berikan obat yang disiapkan oleh perawat lain atau obat tanpa label yang jelas; obat harus disiapkan dan diberikan oleh perawat yang sama.
- Jangan menggerus atau membelah tablet salut enterik/lepas lambat (sustained/extended release) karena mengubah kerja obat.
- Bila terjadi kesalahan pemberian atau reaksi alergi/efek samping, hentikan, amankan pasien, laporkan ke dokter, dan dokumentasikan sebagai insiden keselamatan pasien.
Lihat juga: Injeksi Intramuskular (IM) · Tanda-Tanda Vital (TTV) · Pemeriksaan Fisik · Daftar Tindakan Keperawatan · Contoh Askep
Mau Terampil Tindakan Keperawatan?
Latih skill klinis di lab modern + praktik 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI.
📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa saja yang termasuk prinsip 6 benar pemberian obat?
Enam prinsip benar adalah benar pasien, benar obat, benar dosis, benar rute, benar waktu, dan benar dokumentasi. Banyak institusi menambahkan benar informasi (edukasi ke pasien) dan benar respons (observasi efek obat) sehingga menjadi prinsip 7 atau 8 benar.
Mengapa identifikasi pasien harus menggunakan dua identitas?
Penggunaan minimal dua identitas, misalnya nama lengkap dan tanggal lahir atau nomor rekam medis, mencegah salah pasien terutama bila ada pasien dengan nama mirip. Nomor kamar atau lokasi tempat tidur tidak boleh dipakai sebagai identitas karena bisa berubah.
Apa itu obat high-alert dan bagaimana penanganannya?
Obat high-alert adalah obat yang berisiko tinggi menyebabkan cedera serius bila salah pemberian, seperti insulin, antikoagulan (heparin/warfarin), elektrolit pekat (KCl), dan narkotika. Penanganannya memerlukan double-check independen oleh dua perawat sebelum diberikan dan penyimpanan terpisah dengan penandaan khusus.
