Lewati ke konten utama

Injeksi Intravena (IV): Prosedur & Langkah-Langkah

⚕️ Catatan: Materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Prosedur klinis harus dilakukan oleh tenaga terlatih sesuai SOP institusi & supervisi yang berlaku.

Pengertian Injeksi Intravena (IV)

Injeksi intravena (IV) adalah tindakan memasukkan obat dalam bentuk cairan langsung ke dalam pembuluh darah vena, baik secara bolus langsung melalui vena perifer maupun melalui port/akses intravena yang sudah terpasang. Rute ini memberikan absorpsi obat tercepat karena obat langsung masuk ke sirkulasi sistemik tanpa melalui proses penyerapan, sehingga efek terapeutik dapat segera tercapai. Karena efeknya cepat dan tidak dapat ditarik kembali, injeksi IV menuntut ketelitian tinggi dalam verifikasi prinsip benar pemberian obat, ketepatan kecepatan penyuntikan, teknik aseptik yang ketat, serta pengawasan ketat terhadap reaksi obat.

Tujuan

Indikasi

Persiapan Alat

Prosedur & Langkah-Langkah

  1. Verifikasi instruksi/program terapi dan terapkan prinsip benar obat (benar pasien, benar obat, benar dosis, benar rute, benar waktu, benar dokumentasi); cek tanggal kedaluwarsa dan kondisi obat
  2. Cuci tangan dengan teknik 6 langkah dan siapkan seluruh alat secara aseptik
  3. Siapkan obat: hitung dosis dengan benar, lakukan rekonstitusi/oplos bila perlu, tarik obat ke dalam spuit secara aseptik, dan keluarkan udara dari spuit
  4. Identifikasi pasien dengan benar (minimal dua identitas: nama dan tanggal lahir, cocokkan dengan gelang/rekam medis); konfirmasi riwayat alergi
  5. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan kepada pasien/keluarga dan minta persetujuan untuk membina kerja sama
  6. Atur posisi pasien senyaman mungkin, pasang perlak/pengalas, dan tentukan lokasi vena yang akan ditusuk (biasanya vena mediana cubiti, sefalika, atau vena dorsum manus)
  7. Pasang sarung tangan bersih, lalu pasang torniket 5-10 cm di atas lokasi penusukan agar vena terbendung dan terlihat/teraba jelas
  8. Desinfeksi area penusukan dengan kapas alkohol secara melingkar dari dalam ke luar dan biarkan kering
  9. Regangkan kulit dengan tangan non-dominan, lalu tusukkan jarum dengan lubang (bevel) menghadap ke atas membentuk sudut 15-25 derajat searah aliran vena (ke arah jantung)
  10. Lakukan aspirasi dengan menarik plunger perlahan untuk memastikan jarum masuk vena, ditandai keluarnya darah ke dalam spuit; bila tidak ada darah, perbaiki posisi jarum
  11. Setelah dipastikan masuk vena, LEPASKAN torniket terlebih dahulu (wajib, agar tekanan vena tidak naik dan obat tidak terjebak distal), tahan jarum agar tidak bergeser, kemudian masukkan obat secara perlahan sesuai kecepatan/waktu dorong yang dianjurkan sambil mengobservasi respons pasien
  12. Bila pemberian melalui IV line: pastikan obat kompatibel dengan cairan infus yang berjalan (bila ragu, klem/hentikan tetesan dulu untuk cegah presipitasi), disinfeksi port, flush NaCl 0,9% untuk memastikan patensi dan tidak ada nyeri/bengkak, masukkan obat perlahan, lalu flush kembali dengan NaCl 0,9% (urutan saline-obat-saline)
  13. Setelah obat habis, cabut jarum dengan cepat searah penusukan, lalu segera tekan bekas tusukan dengan kapas kering hingga perdarahan berhenti dan plester
  14. Buang jarum/spuit langsung ke safety box tanpa menutup kembali (no recapping); rapikan dan bereskan alat
  15. Lepas sarung tangan, cuci tangan dengan teknik 6 langkah
  16. Observasi reaksi pasien segera (alergi/anafilaksis, reaksi obat) dan tanda flebitis/ekstravasasi pada lokasi suntikan; dokumentasikan nama obat, dosis, rute, waktu, respons pasien, dan nama pelaksana

Hal yang Perlu Diperhatikan

Lihat juga: Injeksi Intramuskular (IM) · Pemasangan Infus · Tanda-Tanda Vital (TTV) · Daftar Tindakan Keperawatan · Contoh Askep

Mau Terampil Tindakan Keperawatan?

Latih skill klinis di lab modern + praktik 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa sudut yang benar saat menusukkan jarum pada injeksi intravena?

Jarum ditusukkan membentuk sudut 15-25 derajat terhadap permukaan kulit dengan lubang jarum (bevel) menghadap ke atas dan searah aliran vena. Sudut yang relatif kecil ini menyesuaikan posisi vena yang dangkal sehingga jarum dapat masuk lumen vena tanpa menembusnya.

Mengapa torniket harus dilepas sebelum memasukkan obat?

Torniket dilepas dulu setelah dipastikan jarum masuk vena (ditandai keluarnya darah saat aspirasi) agar tekanan dalam vena kembali normal. Jika obat disuntikkan saat torniket masih terbendung, tekanan vena yang tinggi berisiko membuat vena pecah atau obat merembes ke jaringan (ekstravasasi), dan obat dapat terjebak di bagian distal. Setelah torniket lepas, baru obat dimasukkan perlahan sesuai kecepatan yang dianjurkan.

Apa bedanya injeksi intravena (IV) dengan intramuskular (IM)?

Pada IV obat dimasukkan langsung ke pembuluh vena sehingga absorpsinya paling cepat dengan sudut insersi 15-25 derajat dan wajib aspirasi memastikan ada darah. Pada IM obat dimasukkan ke dalam otot dengan sudut 90 derajat dan absorpsi lebih lambat. IV memberikan efek tercepat namun menuntut kewaspadaan lebih tinggi karena efeknya tidak dapat ditarik kembali.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999