Lewati ke konten utama

Asuhan Keperawatan (Askep) Sirosis Hepatis

⚕️ Catatan: Konten ini adalah materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Bukan pengganti penilaian klinis profesional. Setiap asuhan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

Pengertian Sirosis Hepatis

Sirosis hepatis adalah penyakit hati kronik dan ireversibel yang ditandai dengan kerusakan sel hati difus, fibrosis (jaringan parut), dan pembentukan nodul regeneratif yang mengubah arsitektur normal hati. Distorsi struktur ini meningkatkan resistensi aliran darah melalui hati sehingga terjadi hipertensi portal yang signifikan secara klinis (gradien tekanan vena hepatika >=10 mmHg), sekaligus menurunkan fungsi sintetik (albumin, faktor pembekuan), metabolik, dan detoksifikasi hati. Akibatnya muncul manifestasi seperti asites, varises esofagus, ikterik, koagulopati, dan ensefalopati hepatik akibat akumulasi amonia. Sirosis merupakan tahap akhir berbagai penyakit hati kronik dan bersifat progresif menuju gagal hati.

Etiologi (Penyebab)

Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)

Pengkajian Keperawatan

Data yang dikaji perawat pada pasien Sirosis Hepatis:

Diagnosa & Intervensi Keperawatan

Berikut diagnosa keperawatan utama Sirosis Hepatis (SDKI) beserta intervensi (SIKI):

1. Hipervolemia b.d gangguan mekanisme regulasi (hipoalbuminemia dan hipertensi portal) d.d asites, edema, dan peningkatan berat badan

Intervensi Keperawatan:

2. Defisit nutrisi b.d ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien dan faktor psikologis (anoreksia) d.d penurunan berat badan, atrofi otot, dan penurunan nafsu makan

Intervensi Keperawatan:

3. Risiko perdarahan b.d gangguan koagulasi (penurunan sintesis faktor pembekuan) dan varises esofagus

Intervensi Keperawatan:

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi SOAP: S - pasien melaporkan perut terasa lebih ringan dan sesak berkurang; O - berat badan turun, lingkar perut menurun, edema berkurang, kesadaran kompos mentis tanpa tanda perdarahan aktif; A - masalah hipervolemia teratasi sebagian; P - lanjutkan pemantauan balans cairan, berat badan harian, status nutrisi, dan tanda perdarahan serta ensefalopati. Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.

Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Hepatitis · Askep Gagal Ginjal Kronik (CKD) · Askep Anemia · Daftar Askep Lengkap

Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?

Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ) Askep Sirosis Hepatis

Apa perbedaan sirosis hepatis dengan hepatitis?

Hepatitis adalah peradangan hati yang dapat akut maupun kronik dan masih berpotensi sembuh. Sirosis adalah tahap akhir kerusakan hati kronik berupa fibrosis dan nodul yang bersifat ireversibel. Hepatitis B/C kronik yang tidak tertangani merupakan salah satu penyebab utama sirosis.

Mengapa pasien sirosis bisa mengalami asites?

Asites terjadi akibat kombinasi hipertensi portal yang meningkatkan tekanan hidrostatik di pembuluh splanknik dan hipoalbuminemia yang menurunkan tekanan onkotik plasma. Aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron juga menyebabkan retensi natrium dan air sehingga cairan menumpuk di rongga peritoneum.

Mengapa protein dibatasi pada pasien ensefalopati hepatik?

Pemecahan protein menghasilkan amonia yang normalnya didetoksifikasi hati menjadi urea. Pada sirosis, hati gagal menetralkan amonia sehingga kadarnya meningkat dan memicu ensefalopati. Restriksi protein bersifat sementara hanya saat episode ensefalopati berat; di luar itu protein cukup tetap diperlukan untuk mencegah malnutrisi dan atrofi otot.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999