Lewati ke konten utama

Asuhan Keperawatan (Askep) Plasenta Previa

⚕️ Catatan: Konten ini adalah materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Bukan pengganti penilaian klinis profesional. Setiap asuhan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

Pengertian Plasenta Previa

Plasenta previa adalah keadaan di mana plasenta berimplantasi pada segmen bawah uterus sehingga seluruh atau sebagian menutupi ostium uteri internum (OUI), atau tepi plasenta berada sangat dekat dengan OUI. Berdasarkan letaknya dibedakan menjadi plasenta previa totalis (OUI tertutup seluruhnya), parsialis (OUI tertutup sebagian), marginalis (tepi plasenta tepat di pinggir OUI), dan letak rendah (plasenta berada di segmen bawah rahim, tepi 2-3,5 cm dari OUI). Karena segmen bawah rahim meregang dan menipis pada akhir kehamilan serta saat awal persalinan, vili korialis terlepas dari dinding uterus dan robekan sinus venosus menimbulkan perdarahan. Ciri khasnya adalah perdarahan pervaginam berwarna merah segar yang terjadi tiba-tiba tanpa rasa nyeri pada trimester III, sehingga membedakannya dari solusio plasenta yang nyeri.

Etiologi (Penyebab)

Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)

Pengkajian Keperawatan

Data yang dikaji perawat pada pasien Plasenta Previa:

Diagnosa & Intervensi Keperawatan

Berikut diagnosa keperawatan utama Plasenta Previa (SDKI) beserta intervensi (SIKI):

1. Risiko syok (hipovolemik) b.d perdarahan pervaginam akibat pelepasan plasenta dari segmen bawah uterus

Intervensi Keperawatan:

2. Risiko cedera pada janin b.d gangguan perfusi uteroplasenta akibat perdarahan ibu (d.d perdarahan pervaginam, penurunan suplai oksigen ke janin)

Intervensi Keperawatan:

3. Ansietas b.d ancaman terhadap kondisi ibu dan janin serta rencana tindakan persalinan (seksio sesarea)

Intervensi Keperawatan:

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi dilakukan dengan format SOAP: S (ibu menyatakan perdarahan berkurang dan cemas mereda), O (TD dan nadi stabil dalam batas normal, Hb terkontrol, DJJ 110-160 x/menit, tidak ada tanda syok), A (masalah risiko syok dan risiko cedera janin teratasi sebagian/teratasi), P (lanjutkan pemantauan hemodinamik, DJJ, dan perdarahan; lanjutkan persiapan seksio sesarea sesuai indikasi). Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.

Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Abortus · Askep Post Sectio Caesarea · Askep Anemia · Daftar Askep Lengkap

Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?

Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ) Askep Plasenta Previa

Apa perbedaan plasenta previa dan solusio plasenta?

Plasenta previa memberi perdarahan merah segar TANPA nyeri dengan uterus lunak dan plasenta berada di segmen bawah menutupi OUI. Solusio plasenta memberi perdarahan disertai NYERI hebat, uterus tegang/keras (his tetanik), dan plasenta letaknya normal namun terlepas sebelum waktunya. Kunci pembedanya adalah ada-tidaknya nyeri dan tonus uterus.

Mengapa pemeriksaan dalam (VT) dilarang pada plasenta previa?

Pemeriksaan dalam dapat menyentuh dan merobek plasenta yang menutupi ostium uteri internum sehingga memicu perdarahan masif yang membahayakan ibu dan janin. Diagnosis pasti letak plasenta ditegakkan dengan USG (transabdominal/transvaginal hati-hati), bukan dengan VT.

Apa diagnosa keperawatan utama pada plasenta previa?

Tiga diagnosa SDKI paling relevan adalah Risiko syok (hipovolemik) akibat perdarahan, Risiko cedera pada janin akibat gangguan perfusi uteroplasenta, dan Ansietas terkait ancaman kondisi ibu-janin serta rencana seksio sesarea. Prioritas utama adalah mencegah dan mengatasi syok hipovolemik karena mengancam nyawa.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999