Lewati ke konten utama

Asuhan Keperawatan (Askep) Ca Mammae (Kanker Payudara)

⚕️ Catatan: Konten ini adalah materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Bukan pengganti penilaian klinis profesional. Setiap asuhan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

Pengertian Ca Mammae (Kanker Payudara)

Ca mammae atau kanker payudara adalah pertumbuhan sel ganas pada jaringan payudara — paling sering berasal dari sel epitel duktus (karsinoma duktal) maupun lobulus (karsinoma lobular) — yang mengalami proliferasi tak terkendali, kehilangan diferensiasi normal, serta berpotensi menginvasi jaringan sekitar dan bermetastasis melalui sistem limfatik (terutama kelenjar getah bening aksila) dan aliran darah ke tulang, paru, hati, dan otak. Penyakit ini diklasifikasikan berdasarkan sistem staging TNM (Tumor, Node, Metastasis) dan subtipe molekuler (status reseptor estrogen/progesteron dan HER2) yang menentukan pilihan terapi. Kanker payudara merupakan keganasan tersering pada perempuan, meskipun dapat pula terjadi pada laki-laki dalam proporsi kecil.

Etiologi (Penyebab)

Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)

Pengkajian Keperawatan

Data yang dikaji perawat pada pasien Ca Mammae (Kanker Payudara):

Diagnosa & Intervensi Keperawatan

Berikut diagnosa keperawatan utama Ca Mammae (Kanker Payudara) (SDKI) beserta intervensi (SIKI):

1. Nyeri kronis b.d infiltrasi tumor dan kompresi saraf d.d klien mengeluh nyeri, tampak meringis, dan dilindunginya area nyeri

Intervensi Keperawatan:

2. Gangguan citra tubuh b.d efek tindakan/pengobatan (mastektomi, alopesia akibat kemoterapi) d.d klien mengungkapkan perasaan negatif tentang tubuh dan menolak melihat bagian tubuh yang berubah

Intervensi Keperawatan:

3. Risiko infeksi b.d efek prosedur invasif (luka pascamastektomi, pemasangan drain) dan imunosupresi akibat kemoterapi

Intervensi Keperawatan:

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi SOAP: S — klien melaporkan nyeri berkurang ke skala yang dapat ditoleransi dan mulai menerima perubahan bentuk tubuhnya; O — wajah tampak rileks, luka operasi kering tanpa tanda infeksi, klien mau melihat dan merawat area insisi; A — masalah nyeri kronis dan gangguan citra tubuh teratasi sebagian, risiko infeksi tidak terjadi; P — lanjutkan intervensi manajemen nyeri, dukungan psikologis, dan pemantauan tanda infeksi. Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.

Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Nyeri Akut · Askep Ansietas (Kecemasan) · Askep Harga Diri Rendah · Daftar Askep Lengkap

Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?

Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ) Askep Ca Mammae (Kanker Payudara)

Apa beda SADARI dan SADANIS, dan kapan dilakukan?

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) adalah pemeriksaan mandiri yang dianjurkan dilakukan sebulan sekali pada hari ke-7 sampai ke-10 setelah hari pertama menstruasi (saat payudara paling lunak), sedangkan pada wanita menopause dilakukan pada tanggal yang sama tiap bulan. SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih. SADARI bertujuan deteksi dini, bukan diagnosis pasti.

Apa perbedaan diagnosa nyeri akut dan nyeri kronis pada pasien Ca mammae?

Menurut SDKI, nyeri akut berlangsung kurang dari 3 bulan dengan onset mendadak (misalnya nyeri pascaoperasi mastektomi), sedangkan nyeri kronis berlangsung lebih dari 3 bulan dan sering terkait infiltrasi tumor atau efek terapi. Pemilihan diagnosa disesuaikan dengan durasi dan penyebab nyeri yang dialami pasien.

Mengapa pasien kemoterapi berisiko tinggi mengalami infeksi?

Kemoterapi menekan sumsum tulang (mielosupresi) sehingga produksi leukosit menurun (neutropenia). Titik terendah jumlah neutrofil (nadir) umumnya terjadi sekitar 7-14 hari setelah pemberian obat, sehingga daya tahan tubuh melemah dan pasien mudah terinfeksi. Karena itu perawat wajib memantau hasil laboratorium dan menerapkan pencegahan infeksi ketat.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999