Lewati ke konten utama

Asuhan Keperawatan (Askep) BPH (Benign Prostatic Hyperplasia)

⚕️ Catatan: Konten ini adalah materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Bukan pengganti penilaian klinis profesional. Setiap asuhan keperawatan harus disesuaikan dengan kondisi individual pasien.

Pengertian BPH (Benign Prostatic Hyperplasia)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau hiperplasia prostat jinak adalah pembesaran non-maligna kelenjar prostat akibat proliferasi sel stroma dan epitel pada zona transisi prostat. Pembesaran ini menyebabkan obstruksi pada uretra pars prostatika sehingga mengganggu aliran urin dari kandung kemih. Kondisi ini umum terjadi pada laki-laki usia lanjut (umumnya di atas 50 tahun) dan menimbulkan kumpulan keluhan saluran kemih bawah (Lower Urinary Tract Symptoms/LUTS), baik gejala obstruktif (mengejan, pancaran lemah, urin menetes) maupun iritatif (frekuensi, urgensi, nokturia). Bila tidak ditangani, BPH dapat berkembang menjadi retensi urin akut, infeksi saluran kemih berulang, batu kandung kemih, hingga gangguan fungsi ginjal akibat refluks dan hidronefrosis.

Etiologi (Penyebab)

Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)

Pengkajian Keperawatan

Data yang dikaji perawat pada pasien BPH (Benign Prostatic Hyperplasia):

Diagnosa & Intervensi Keperawatan

Berikut diagnosa keperawatan utama BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) (SDKI) beserta intervensi (SIKI):

1. Retensi urin b.d obstruksi saluran kemih (pembesaran prostat) d.d distensi kandung kemih, sensasi berkemih tidak tuntas, dan residu urin meningkat

Intervensi Keperawatan:

2. Nyeri akut b.d agen pencedera fisik (spasme kandung kemih/prosedur TURP) d.d pasien mengeluh nyeri suprapubik dan tampak meringis

Intervensi Keperawatan:

3. Risiko infeksi b.d efek prosedur invasif (pemasangan kateter dan tindakan TURP)

Intervensi Keperawatan:

Evaluasi Keperawatan

Evaluasi didokumentasikan dalam format SOAP, contoh: S - pasien mengatakan sudah dapat berkemih lancar tanpa rasa nyeri; O - kandung kemih tidak teraba distensi, residu urin <50 mL, urin jernih, suhu 36,8 derajat C; A - masalah retensi urin teratasi sebagian; P - lanjutkan pemantauan pola eliminasi, kepatenan irigasi, dan tanda infeksi. Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.

Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Gagal Ginjal Kronik (CKD) · Askep Nyeri Akut · Askep Diabetes Melitus · Daftar Askep Lengkap

Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?

Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ) Askep BPH (Benign Prostatic Hyperplasia)

Apa perbedaan gejala obstruktif dan iritatif pada BPH?

Gejala obstruktif terjadi akibat hambatan aliran urin oleh prostat yang membesar, meliputi hesitansi, pancaran lemah, mengejan, urin menetes, dan rasa berkemih tidak tuntas. Gejala iritatif terjadi karena instabilitas/iritasi otot detrusor kandung kemih, meliputi frekuensi meningkat, urgensi, nokturia, dan disuria. Kumpulan keduanya disebut LUTS dan derajatnya dinilai dengan skor IPSS.

Mengapa irigasi kandung kemih penting setelah operasi TURP?

Irigasi kandung kemih kontinu (Continuous Bladder Irrigation) pasca-TURP bertujuan membilas darah dan bekuan dari kandung kemih agar tidak menyumbat kateter, mencegah retensi bekuan (clot retention), serta menjaga kateter tetap paten. Perawat memantau warna output urin (dari merah pekat menuju jernih), menyesuaikan kecepatan tetesan irigasi, dan memastikan tidak ada sumbatan yang dapat memicu spasme dan nyeri kandung kemih.

Apa itu skor IPSS dan bagaimana interpretasinya?

IPSS (International Prostate Symptom Score) adalah kuesioner berisi 7 pertanyaan untuk menilai keparahan gejala saluran kemih bawah, dengan rentang skor total 0-35. Interpretasinya: 0-7 gejala ringan, 8-19 gejala sedang, dan 20-35 gejala berat. Skor ini membantu menentukan derajat keluhan serta mengevaluasi respons terapi.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999