Asuhan Keperawatan (Askep) Hiperemesis Gravidarum
Pengertian Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis gravidarum adalah keadaan mual dan muntah yang berlebihan dan persisten pada ibu hamil, umumnya terjadi pada trimester pertama (minggu ke-6 hingga ke-12) dan dapat berlanjut sampai minggu ke-16 hingga ke-20. Kondisi ini berbeda dari mual-muntah fisiologis (morning sickness) karena intensitasnya mengganggu aktivitas sehari-hari serta menimbulkan komplikasi berupa dehidrasi, ketonuria, ketidakseimbangan elektrolit, dan penurunan berat badan (umumnya lebih dari 5% dari berat badan sebelum hamil). Patofisiologinya dikaitkan dengan peningkatan tajam kadar hormon hCG dan estrogen, dengan tingkat keparahan diklasifikasikan menjadi tingkat I, II, dan III sesuai derajat dehidrasi dan gangguan kesadaran.
Etiologi (Penyebab)
- Peningkatan kadar hormon hCG (human chorionic gonadotropin) yang memuncak pada trimester I
- Peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang memperlambat motilitas lambung
- Faktor predisposisi: kehamilan ganda dan mola hidatidosa (kadar hCG sangat tinggi)
- Riwayat hiperemesis pada kehamilan sebelumnya atau riwayat keluarga
- Faktor psikologis: ansietas, stres, dan penolakan terhadap kehamilan
- Infeksi Helicobacter pylori dan kepekaan saluran cerna yang meningkat
Manifestasi Klinis (Tanda & Gejala)
- Mual dan muntah hebat serta terus-menerus sepanjang hari pada trimester I, jauh melebihi morning sickness biasa
- Penurunan berat badan, umumnya lebih dari 5% dari berat badan sebelum hamil
- Tanda dehidrasi: turgor kulit menurun, mukosa bibir kering, mata cekung, oliguria
- Takikardia, hipotensi, dan suhu tubuh dapat meningkat
- Ketonuria dan bau napas seperti aseton
- Gangguan elektrolit: hipokalemia, hiponatremia, hipokloremia, dengan gambaran alkalosis metabolik hipokloremik
- Tingkat I: muntah terus-menerus, lemah, nadi meningkat (sekitar 100x/menit), tekanan darah sistolik dapat menurun, dehidrasi ringan
- Tingkat III (berat): penurunan kesadaran, ikterik, nistagmus, dan ensefalopati Wernicke akibat defisiensi tiamin (vitamin B1)
Pengkajian Keperawatan
Data yang dikaji perawat pada pasien Hiperemesis Gravidarum:
- Riwayat haid (HPHT) dan usia kehamilan untuk memastikan trimester I
- Frekuensi, jumlah, dan karakteristik muntah serta faktor pencetus
- Berat badan saat ini dibanding sebelum hamil dan riwayat penurunan BB
- Status hidrasi: turgor kulit, kelembapan mukosa, mata cekung, dan produksi urine
- Tanda vital: nadi, tekanan darah (termasuk perubahan ortostatik), suhu, dan pernapasan
- Pemeriksaan laboratorium: keton urine, berat jenis urine, elektrolit (Na, K, Cl), dan hematokrit
- Pengkajian psikologis: tingkat ansietas, dukungan keluarga, dan respons terhadap kehamilan
- Pengkajian penyebab penyerta: kehamilan ganda, mola hidatidosa (USG), dan asupan nutrisi
Diagnosa & Intervensi Keperawatan
Berikut diagnosa keperawatan utama Hiperemesis Gravidarum (SDKI) beserta intervensi (SIKI):
1. Hipovolemia b.d kehilangan cairan aktif (muntah berlebihan) d.d turgor kulit menurun, membran mukosa kering, frekuensi nadi meningkat
Intervensi Keperawatan:
- Observasi: pantau tanda/gejala hipovolemia (turgor, mukosa, nadi, tekanan darah, CRT) dan monitor intake-output cairan
- Observasi: periksa berat jenis urine, kadar elektrolit, dan tanda ketonuria
- Terapeutik: berikan asupan cairan oral bertahap sesuai toleransi setelah muntah mereda
- Kolaborasi: berikan cairan IV isotonik (RL/NaCl 0,9%) sesuai program untuk rehidrasi dan koreksi elektrolit
- Edukasi: anjurkan menambah asupan cairan oral secara bertahap dan melaporkan bila muntah berulang
2. Nausea b.d kehamilan (peningkatan hCG dan estrogen) d.d mengeluh mual, sering muntah, tidak berminat makan
Intervensi Keperawatan:
- Observasi: identifikasi frekuensi, durasi, faktor pencetus mual-muntah serta dampaknya terhadap nafsu makan
- Terapeutik: kurangi/hilangkan pencetus mual (bau menyengat, makanan berlemak), berikan makanan dingin dan tidak berbau tajam
- Terapeutik: anjurkan makan porsi kecil tapi sering dan istirahat cukup
- Kolaborasi: berikan antiemetik sesuai program (mis. piridoksin/vitamin B6, ondansetron)
- Edukasi: ajarkan teknik nonfarmakologis seperti makan biskuit kering sebelum bangun dan menghindari perut kosong
3. Defisit nutrisi b.d ketidakmampuan mencerna makanan (muntah persisten) d.d berat badan menurun, nafsu makan menurun, membran mukosa pucat
Intervensi Keperawatan:
- Observasi: monitor asupan makanan, berat badan, dan hasil laboratorium (albumin, elektrolit, keton urine)
- Terapeutik: sajikan makanan tinggi kalori-protein dalam porsi kecil dan menarik saat mual berkurang
- Terapeutik: berikan oral hygiene sebelum makan untuk meningkatkan nafsu makan
- Kolaborasi: kolaborasi dengan ahli gizi dan pemberian nutrisi parenteral/enteral bila intake oral tidak adekuat
- Edukasi: ajarkan diet hiperemesis (karbohidrat kompleks, rendah lemak) dan jadwal makan bertahap
Evaluasi Keperawatan
S: Pasien melaporkan frekuensi mual-muntah berkurang dan dapat mentoleransi asupan cairan serta makanan per oral. O: Turgor kulit elastis, mukosa lembap, tanda vital stabil, keton urine negatif, dan berat badan tidak menurun lebih lanjut. A: Masalah hipovolemia dan nausea teratasi sebagian, defisit nutrisi mulai membaik. P: Lanjutkan pemantauan intake-output, pemberian antiemetik, kolaborasi gizi, dan edukasi diet bertahap. Evaluasi dilakukan dengan metode SOAP untuk menilai pencapaian tujuan asuhan: teratasi, teratasi sebagian, atau belum teratasi.
Lihat juga: Konsep Asuhan Keperawatan 5 Tahap · Askep Gastritis · Askep Dispepsia · Askep Ansietas (Kecemasan) · Daftar Askep Lengkap
Ingin Mahir Menyusun Asuhan Keperawatan?
Pelajari askep secara mendalam + praktik di 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI — terakreditasi BAN-PT.
📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3Pertanyaan Umum (FAQ) Askep Hiperemesis Gravidarum
Apa perbedaan morning sickness biasa dengan hiperemesis gravidarum?
Morning sickness adalah mual-muntah ringan yang umum pada awal kehamilan dan tidak mengganggu status nutrisi. Hiperemesis gravidarum adalah mual-muntah hebat dan persisten sepanjang hari yang menyebabkan dehidrasi, ketonuria, gangguan elektrolit, dan penurunan berat badan (sering lebih dari 5%), sehingga memerlukan penanganan medis seperti rehidrasi IV.
Apa saja tingkatan hiperemesis gravidarum?
Hiperemesis gravidarum dibagi menjadi 3 tingkat. Tingkat I: muntah terus-menerus, lemah, nafsu makan turun, nadi meningkat (~100x/menit), tekanan darah sistolik dapat menurun, dan dehidrasi ringan. Tingkat II: dehidrasi makin nyata, apatis, nadi cepat dan kecil, ikterus ringan, oliguria, serta napas berbau aseton (ketonuria). Tingkat III: kesadaran menurun (somnolen sampai koma), ikterik, dan dapat terjadi ensefalopati Wernicke akibat defisiensi tiamin.
Apa diagnosa keperawatan utama dan intervensi prioritas pada hiperemesis gravidarum?
Diagnosa prioritas adalah Hipovolemia karena kehilangan cairan akibat muntah berlebihan. Intervensi utamanya adalah rehidrasi cairan IV isotonik (RL atau NaCl 0,9%) sesuai program kolaborasi, pemantauan ketat intake-output dan tanda vital, koreksi elektrolit, serta pemberian antiemetik. Setelah muntah mereda, asupan oral diberikan bertahap dari porsi kecil tapi sering.
