Lewati ke konten utama

Pemasangan NGT (Naso Gastric Tube): Prosedur & Langkah-Langkah

⚕️ Catatan: Materi edukasi keperawatan untuk pembelajaran mahasiswa & tenaga kesehatan. Prosedur klinis harus dilakukan oleh tenaga terlatih sesuai SOP institusi & supervisi yang berlaku.

Pengertian Pemasangan NGT (Naso Gastric Tube)

Pemasangan NGT (Naso Gastric Tube) adalah tindakan memasukkan selang nasogastrik melalui salah satu lubang hidung, melewati nasofaring dan esofagus, hingga ujungnya berada di dalam lambung. Selang ini berfungsi sebagai jalur masuk maupun keluar isi lambung, sehingga dapat digunakan untuk mengeluarkan gas dan cairan (dekompresi), memberikan nutrisi serta obat secara enteral pada pasien yang tidak mampu menelan, maupun melakukan bilas lambung. Karena ujung selang harus benar-benar berada di lambung dan bukan di saluran napas, verifikasi posisi selang merupakan bagian prosedur yang tidak boleh dilewati sebelum selang digunakan.

Tujuan

Indikasi

Persiapan Alat

Prosedur & Langkah-Langkah

  1. Verifikasi instruksi dan identifikasi pasien dengan dua identitas (nama dan tanggal lahir/RM), lalu jelaskan tujuan dan prosedur untuk mendapatkan persetujuan dan kerja sama pasien
  2. Lakukan kebersihan tangan dan pakai sarung tangan bersih, dekatkan semua alat ke sisi pasien
  3. Atur posisi pasien semi-Fowler atau Fowler tinggi (kepala 45-90 derajat) dengan kepala sedikit fleksi, pasang perlak/handuk di dada; jika tidak sadar, posisikan miring/sesuai kondisi untuk mencegah aspirasi
  4. Periksa kepatenan kedua lubang hidung (minta pasien bernapas bergantian/cek deviasi septum) dan pilih lubang yang paling lancar
  5. Ukur panjang selang dengan metode NEX: dari ujung Hidung (Nose) ke daun Telinga (Ear), lalu lanjut ke Prosesus Xifoideus; tandai panjang tersebut pada selang dengan plester (NEX merupakan estimasi awal, konfirmasi posisi tetap wajib sebelum digunakan)
  6. Beri pelumas larut air pada 5-10 cm ujung selang (JANGAN gunakan pelumas berbahan minyak karena berisiko pneumonia aspirasi bila masuk paru)
  7. Masukkan selang perlahan melalui lubang hidung terpilih, arahkan ke belakang dan ke bawah (mengikuti dasar rongga hidung), bukan ke atas, sampai mencapai nasofaring
  8. Saat ujung selang diperkirakan di faring, minta pasien menundukkan kepala (fleksi dagu ke dada) dan menelan; pada pasien sadar berikan sedikit air lewat sedotan dan dorong selang mengikuti gerakan menelan untuk mengarahkannya ke esofagus, bukan trakea
  9. Hentikan dorongan dan tarik sedikit selang bila pasien batuk hebat, tersedak, sianosis, atau tidak mampu bicara (tanda selang masuk saluran napas); biarkan pasien tenang sebelum mencoba kembali
  10. Lanjutkan memasukkan selang dengan lembut hingga tanda batas (sesuai ukuran NEX) tercapai di lubang hidung
  11. Verifikasi posisi selang: aspirasi cairan lambung dengan spuit lalu uji dengan kertas pH; nilai pH asam <5,5 mendukung posisi di lambung. Auskultasi udara 10-20 cc di area epigastrium hanya sebagai pemeriksaan tambahan (bukan satu-satunya bukti)
  12. Bila cairan tidak dapat diaspirasi, pH tidak asam, atau hasil meragukan, JANGAN gunakan selang; cabut atau atur ulang posisi selang lalu nilai kembali, dan konfirmasi dengan foto X-ray yang merupakan baku emas (gold standard), terutama sebelum pemberian nutrisi pada pasien berisiko tinggi (tidak sadar, bayi)
  13. Setelah posisi dipastikan benar, fiksasi selang pada hidung dengan plester tanpa menekan kulit dan tanpa menarik mukosa, lalu amankan ujung selang ke baju pasien
  14. Sambungkan selang ke kantong penampung/suction untuk dekompresi, atau klem/tutup bila untuk nutrisi, sesuai tujuan pemasangan
  15. Rapikan pasien dan alat, lepas sarung tangan, lakukan kebersihan tangan, dan pastikan pasien dalam posisi nyaman serta aman
  16. Dokumentasikan tindakan: ukuran dan jenis selang, lubang hidung yang dipakai, panjang selang yang masuk, metode dan hasil verifikasi (pH/X-ray), warna/jumlah cairan aspirasi, serta respons dan toleransi pasien

Hal yang Perlu Diperhatikan

Lihat juga: Pemasangan Infus · Pemasangan Kateter Urin · Balance Cairan (Intake Output) · Daftar Tindakan Keperawatan · Contoh Askep

Mau Terampil Tindakan Keperawatan?

Latih skill klinis di lab modern + praktik 40+ RS mitra. Daftar D3 Keperawatan AKPER YUKI.

📝 Daftar PMB 2026📚 Program D3

Pertanyaan Umum (FAQ)

Bagaimana cara mengukur panjang selang NGT yang benar?

Gunakan metode NEX: ukur dari ujung hidung (Nose) ke daun telinga (Ear), lalu lanjutkan dari daun telinga ke prosesus xifoideus (X) di ujung tulang dada. Total panjang itu menandakan perkiraan jarak hingga selang mencapai lambung. Tandai panjang tersebut dengan plester sebagai batas seberapa jauh selang dimasukkan. NEX hanya estimasi awal, sehingga posisi tetap wajib diverifikasi (aspirasi + pH, dan X-ray bila ragu) sebelum selang digunakan.

Bagaimana memastikan NGT benar-benar masuk ke lambung dan bukan ke paru?

Aspirasi cairan lambung dengan spuit lalu uji dengan kertas pH; nilai pH asam kurang dari 5,5 mendukung posisi di lambung. Auskultasi udara di epigastrium hanya pemeriksaan tambahan, bukan bukti tunggal. Bila cairan tidak bisa diaspirasi atau hasil meragukan, jangan gunakan selang dan konfirmasi dengan foto X-ray yang merupakan baku emas, terutama pada pasien tidak sadar atau bayi.

Kenapa pasien diminta menelan saat selang melewati faring?

Saat menelan, laring terangkat dan epiglotis menutup jalan napas (laring/trakea), sementara sfingter esofagus atas melemas (relaksasi otot krikofaringeus) sehingga esofagus terbuka. Akibatnya selang lebih mudah terarah ke esofagus dan lambung, bukan ke saluran napas. Pada pasien sadar diberikan sedikit air lewat sedotan sambil kepala difleksikan (dagu ke dada) untuk membantu refleks menelan dan menurunkan risiko selang masuk trakea.

✓ Terakreditasi BAN-PT
✓ LAM-PTKes
✓ Yayasan UKI
✓ 40+ RS Mitra
✓ Sejak 1999