Jakarta, 12 Juni 2026 · Tim pengabdian masyarakat Akademi Keperawatan Yayasan UKI (AKPER YUKI) menggelar kegiatan skrining gizi dan deteksi dini risiko sarkopenia bagi 120 lansia di sebuah panti werdha wilayah Jakarta Timur. Kegiatan melibatkan 20 mahasiswa dan 4 dosen keperawatan gerontik.
Skrining menggunakan instrumen tervalidasi: Mini Nutritional Assessment-Short Form (MNA-SF) untuk status gizi, kuesioner SARC-F untuk risiko sarkopenia, serta pengukuran kekuatan genggaman dengan handgrip dynamometer. Lansia yang terdeteksi berisiko mendapat konseling gizi dan rekomendasi latihan resistensi ringan yang aman.
"Malnutrisi dan kehilangan massa otot pada lansia sering tidak terlihat hingga jatuh atau melemah. Skrining sederhana seperti MNA-SF dan SARC-F bisa menangkapnya lebih dini sebelum berdampak serius," ujar koordinator kegiatan.
Tindak Lanjut Berbasis Bukti
Kegiatan ini merupakan hilirisasi penelitian dosen AKPER YUKI tentang bundle fortifikasi protein dan latihan resistensi pada lansia panti yang telah dipublikasikan di Jurnal Keperawatan YUKI. Lansia berisiko akan dipantau berkala bersama pengelola panti dan puskesmas setempat.
Masyarakat dapat memanfaatkan kalkulator klinis seperti IMT dan kebutuhan kalori untuk pemantauan gizi mandiri. Informasi program pengabdian lain tersedia di LPPM AKPER YUKI.

