Jakarta, 31 Mei 2026 · Memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh setiap 31 Mei, civitas Akademi Keperawatan Yayasan UKI (AKPER YUKI) menggelar edukasi bahaya rokok dan rokok elektrik (vape) di 3 SMA wilayah Jakarta Utara. Kegiatan menjangkau 420 siswa kelas X-XI dengan melibatkan 18 mahasiswa semester IV dan 4 dosen pembimbing.
Materi edukasi mencakup kandungan zat berbahaya rokok, dampak nikotin pada otak remaja, bahaya vape yang sering dianggap "lebih aman", perokok pasif, serta strategi menolak ajakan merokok. Sesi dikemas interaktif dengan kuis, demonstrasi "paru-paru perokok", dan testimoni.
"Prevalensi perokok remaja Indonesia masih 18,8%. Mencegah remaja mulai merokok jauh lebih efektif daripada menghentikan yang sudah kecanduan. Sekolah adalah garda terdepan," ujar koordinator kegiatan.
Skrining & Konseling
Selain edukasi massal, tim juga membuka pojok konseling bagi siswa yang sudah merokok dan ingin berhenti, menggunakan pendekatan konseling 5A (Ask, Advise, Assess, Assist, Arrange) yang telah diteliti tim AKPER YUKI di puskesmas Jakarta Timur. Sebanyak 36 siswa mendaftar program pendampingan berhenti merokok yang akan ditindaklanjuti bersama guru BK dan puskesmas setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pengabdian masyarakat AKPER YUKI di bidang promosi kesehatan remaja, melengkapi program sebelumnya seperti vaksinasi HPV dan penanggulangan anemia remaja putri.

