Lewati ke konten utama

Workshop "Patient Safety & Sentinel Event" untuk 75 Perawat se-Jakarta

Jakarta, 19 Mei 2026 · Akademi Keperawatan Yayasan UKI (AKPER YUKI) sukses menyelenggarakan workshop "Patient Safety & Sentinel Event: Just Culture untuk Mencegah Kejadian Buruk di Rumah Sakit" pada Selasa (19/5) di Aula Serbaguna kampus. Workshop sehari diikuti 75 perawat dari 12 rumah sakit di Jakarta serta 20 dosen dan mahasiswa AKPER YUKI sendiri.

Acara dibuka oleh Direktur AKPER YUKI dan dihadiri oleh perwakilan dari PPNI DKI Jakarta serta HIPGABI DKI. Workshop merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat dan transfer ilmu antar institusi keperawatan.

Narasumber Utama

Narasumber utama adalah Dr. dr. Hermawan, Sp.B-KBD, MARS, Ketua Komite Keselamatan Pasien RSCM Jakarta. Beliau membawakan materi:

  • Konsep patient safety dalam standar internasional (Joint Commission International)
  • Taksonomi sentinel events: kategori never events, near miss, dan adverse events
  • Root Cause Analysis (RCA) dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA)
  • Just culture vs blame culture: paradigma baru manajemen insiden
  • Pengukuran budaya keselamatan dengan HSOPSC (Hospital Survey on Patient Safety Culture)
  • Sistem pelaporan insiden & learning organization
"Sentinel event itu seperti gunung es. Yang tampak di permukaan satu kasus fatal, tapi di bawahnya ratusan near miss yang tidak dilaporkan karena budaya blame. Just culture mengubah ini: kita salahkan sistem, bukan individu yang jujur melaporkan kesalahan," ujar Dr. Hermawan dalam sesi utama.

Sesi Praktis: Studi Kasus & RCA

Setelah sesi teori (3 jam), peserta dibagi ke dalam 12 kelompok untuk menganalisis studi kasus nyata yang dianonimkan dari RSCM. Setiap kelompok melakukan Root Cause Analysis menggunakan fishbone diagram dan 5-Whys method, kemudian mempresentasikan temuan dan rekomendasi sistemik.

Salah satu kasus yang dianalisis adalah kejadian salah identifikasi pasien yang menyebabkan tindakan klinis tidak tepat. Peserta mengidentifikasi 7 faktor sistemik yang berperan, mulai dari beban kerja perawat, prosedur identifikasi yang tidak ketat, hingga kebijakan rotasi shift yang melelahkan.

Modul & Sertifikat

Setiap peserta menerima modul workshop 60 halaman, akses ke Sistem Informasi Pelaporan Insiden (e-IRR), dan sertifikat 5 SKP (Satuan Kredit Profesi) yang diakui PPNI untuk perpanjangan STR.

Workshop juga ditutup dengan komitmen bersama: peserta menandatangani "Piagam Patient Safety AKPER YUKI" yang berisi 8 poin komitmen, termasuk pelaporan insiden tanpa rasa takut, edukasi keselamatan pasien ke rekan kerja, dan partisipasi aktif dalam audit klinis.

Kontinuitas Program

Workshop patient safety akan menjadi program rutin AKPER YUKI 2x setahun. Selanjutnya, AKPER YUKI berencana mengembangkan kurikulum mini "Patient Safety untuk Mahasiswa" yang akan diintegrasikan ke dalam mata kuliah etika profesi dan manajemen keperawatan.

Informasi pelatihan berikutnya dapat diperoleh melalui halaman berita AKPER YUKI atau menghubungi Bagian Humas.

โœ“ Terakreditasi BAN-PT
โœ“ Terdaftar LAM-PTKes
โœ“ Yayasan UKI
โœ“ 40+ RS Mitra
โœ“ 1.200+ Alumni
โœ“ Sejak 1999